Bayi Bekantan telah lahir di Bali Safari!

0
693
BAYI. Bayi Bekantan telah lahir di Bali Safari!. Foto : Tim

GIANYAR, Fajarbadung.com – Kabar bahagia kembali datang dari Bali Safari Park, bayi bekantan berjenis kelamin jantan ini lahir pada 15 Maret 2021 lalu.

Bayi bekantan ini lahir dari pasangan indukan betina Agustin dan pejantan Genta. Proses kelahiran bayi bekantan ini berjalan lancer. Bayi sehat dan diasuh dengan baik oleh induknya,” jelas drh. Yohana Kusumaningtyas, tim dokter hewan Taman Safari Indonesia (TSI) Group.

Agustin (indukan betina) sendiri mengalami masa kebuntingan kurang lebih 6,5 bulan. Sejak awal kehamilan, kondisi Agustin selalu dipantau oleh keeper (perawat satwa), dokter hewan, serta asisten kurator. Kondisi kehamilan dan kesehatan indukan betina diperiksa setiap hari.

“Kami memberikan perawatan terbaik dan pakan berkualitas berupa dedaunan dan buah-buahan untuk indukan bekantan selama masa kehamilan hingga menyusui. Umumnya bayi bekantan masih menyusu sejak kelahiran hingga usia 6 bulan,” ujar drh. Yohana.

See also  Kapolres Bangli Hadiri Upacara Kremasi Almh. Ida Ayu Onik Istri Sumarjaya Linggih Anggota DPR RI

Ada dua jenis bekantan yang bisa ditemui di Pulau Kalimantan. Jenis Nasalis larvatus larvatus ditemukan di hampir seluruh Pulau Kalimantan. Sedangkan Nasalis larvatus orientalis terdapat di bagian timur laut dari Pulau Kalimantan saja. Biasanya bekantan dapat ditemukan di daerah hutan bakau, rawa, dan hutan pantai.

Bekantan dikenal juga dengan sebutan Monyet Belanda karena memiliki bentuk unik pada hidungnya, wajah yang terlihat bersemu merah, dan rambut berwarna coklat kemerahan. Perut bekantan yang buncit disebabkan kebiasaan mereka yang suka memakan jenis dedaunan yang menghasilkan gas saat dicerna. Ciri utama yang membedakan bekantan dengan monyet lainnya adalah hidung panjang dan besar pada spesies jantan.

See also  Pangdam Zamroni Sambut Menhan RI dan Hadiri IMSS ke-6

Berdasarkan keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 29 Tahun 1990, bekantan ditetapkan sebagai fauna identitas provinsi Kalimantan Selatan. Namun saat ini, populasi bekantan terus menurun dan masuk daftar merah IUCN akibat perburuan liar, berkurangnya luasan hutan yang menyebabkan keterbatasan habitat.

Saat ini, bayi bekantan dalam kondisi sehat dan diasuh dengan baik oleh induknya. Dengan adanya tambahan 1 ekor bekantan, maka total jumlah bekantan di Bali Safari menjadi 5 ekor, yang terdiri dari 3 jantan dan 2 betina. Keberhasilan pengembangbiakan bekantan tersebut juga menjadi bukti kesuksesan Bali Safari dalam program konservasi satwa-satwa liar dan terancam punah .

Selain itu, untuk merayakan momen kelahiran bayi bekantan pertama di Bali Safari. Kami memberikan kesempatan untuk sahabat satwa mengikuti kompetisi pemberian nama untuk bayi bekantan jantan yang baru lahir ini dengan cara ikuti social media Instagram @balisafari dan tulis di kolom komentar pada postingan bayi bekantan, batas waktu kompetisi sampai 15 April 2021. Pemenang terpilih akan mendapatkan 2 tiket Bali Safari, yuk kasi nama sekreatif mungkin!(red/tim).

(Visited 91 times, 1 visits today)