
MANGUPURA, Fajarbadung.com – Sekretaris Kelompok Kerja (Pokja) DPRD Badung I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha mengatakan, Dewan Badung perlu menimplementasikan aplikasi Sikawan. Aplikasi Sikawan merupakan aplikasi, pihaknya akan mengimplementasi aplikasi Sikawan. “Kenapa ini menjadi penting? Karena ini merupakan pilot project dari Sekwan DPRD Badung. Kami juga merupakan bagian dari delegasi dari Diklat Nasional kepemimpinan terutama penerapan sistem online,” ujarnya di Denpasar, Rabu (1/9/2021). Badung harus bisa sejajar dengan daerah lainnya di Indonesia yang sudah menerapkan aplikasi Sikawan untuk efektivitas dan perbaikan kinerja pemerintahan di masing-masing kabuptaen.
Menurut Trimafo, Sikawan diyakini bisa membuat anggota dewan menjadi online friendly, sebab saat ini semua sistem sudah online. “Jadi kita harus juga bisa cepat beradaptasi, berubah, ke sistem online. Dalam Sikawan nanti, masyarakat juga bisa akses ke kita, untuk mengetahui dewan itu kinerjanya apa saja. Bagaimana kinerja mereka. Apa saja yang anggota dewan kerjakan, bagaimana progressnya dan seterusnya,” ujarnya.
Sekarang saatnya Badung mulai online friendly. Sistem ini akan terus berlanjut bukan hanya di periode saat ini melainkan akan terus berlanjut. Program ini memang baru pada level sosialisasi, kemudian akan disimulasikan, dilatih hingga menjadi friendly online. Untuk tahap pertama akan dicoba dalam kalangan terbatas namun tujuannya sebenarnya agar seluruh sistem sudah saatnya menggunakan yang online. Karena baru tahap latihan, simulasi, ujicoba, maka tentu saja disana sini masih banyak kekurangan dan kelemahan. Pihaknya akan terus berupaya melakukan perbaikan dan penyempurnaan sampai benar-benar efektif. “Sesuatu yang baru dimulai pasti belum sempurna. Apalagi ini adalah aplikasi. Untuk itu kami sudah bekerja sama dengan orang yang ahli di bidangnya agar program ini terus disempurnakan,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam mendukung program ini. Masyarajat diharapkan ikut memberikan masukan, usulan, saran agar aplikasi Sikawan ini semakin sempurna. Semuanya dibutuhkan demi penyempurnaan sistem ini. Di tengah situasi pandemi Covid19, sistem online merupakan suatu keharusan. Seluruh meeting selama ini dilakukan secara online. DPRD ini juga mewakili kelompok masyarakat. Salah satunya adalah masyarakat yang sadar dengan enviroment brainly artinya sadar lingkungan hidup. Segalanya harus kita tekan menghasilkan sampah termasuk kertas. Aplikasi ini juga dalam rangka menuju paperless semaksimal mungkin. Ada beberapa yang memang harus di-print, tapi harus terus dikurangi.
Sementara Sekwan DPRD Badung I Gusti Made Agung Wardika mengatakan, secara regulasi, aplikasi ini sudah sah untuk dijalankan. Bahkan sudah disahkan dalam rapat paripurna di DPRD Badung. Aplikasi ini adalah inovasi bagi DPRD Badung. Memang harus ada ujicobanya untuk menuju penyempurnaan. Sekretariat fungsinya adalah untuk fasilitasi berbagai kinerja di dewan. Sosialisasi dilakukan secara terus-menerus. “Apa yang kami buatkan minimal, kinerja DPRD Kabupaten Badung bisa lebih baik dan tugas kami ingin fasilitasi semua kegiatan,” ujarnya.
Ia menegaskan, uji coba pertama adalah buku tamu online. Badung sebagai destinasi wisata tentu saja akan dikunjungi banyak tamu dari berbagai daerah di Indonesia. Nantinya para tamu akan mengisi buku tamu secara online hanya dengan barcode scanner berbasis NIK. “Dengan mengisinya, maka kita akan memantau mereka tinggal dimana, berapa lama menginap, kemana saja, apa saja keperluannya dan seterusnya. Semuanya akan terbaca melalui sistem,” ujarnya. Sistem ini juga bisa dipakai untuk kunjungan pariwisata di Bali, berapa yang masuk, berapa yang keluar, berapa lama tinggal, dan sebagainya.(cv/tim)

















