PECATU, FAJARBADUNG – Di tahun baru Saka 1944 Desa Adat Pecatu, Badung, Bali sepakat untuk tidak membuat dan melakukan pawai ogoh-ogoh pada acara pengerupukan. Hal itu tercetus dalam rapat yang digelar di Desa Adat Pecatu belum lama ini.
“Rapat dengan menghadirkan para warga di masing-masing banjar, Yowana desa, Kerta desa, Saba desa, Pajuru kelihan banjar dan seluruh Kelian tempek sepakat tidak membuat dan pawai ogoh ogoh,” jelas Bendesa Adat Pecatu, Badung, Made Sumerta.
Pertimbangannya, walaupun kondisi Covid – 19 sudah melandai tapi tidak boleh lengah. Selain itu, mengacu juga pada surat edaran Gubernur dan MDA.
“Ada 9 banjar dinas dan 19 Tempekan yang biasanya ikut serta dalam perlombaan ogoh-ogoh bila dalam kondisi normal sebelum pandemi covid. Biasanya kelompok anak-anak ada sekitar 20 an,” sebutnya.
Selanjutnya Sumerta menambahkan, untuk kegiatan Taur hanya akan melibatkan generasi muda dalam Prosesi nyatur, Taur dan Megegobog pada sandi kaon. Kita libatkan para pemuda maksimal 5 orang dengan membawa obor keliling desa atau nyatur desa.***
Penulis – Agung|Editor – Chris


















