Program KUR Solusi Petani Aceh Hadapi Pandemi

0
636
FOTO : Tim Kantor Staf Presiden saat melakukan Verifikasi Lapangan (Verlap) penyaluran KUR, dan bertemu Syaifuddin (Baju Batik) di desa Boote Shook Kota Sabang Aceh, Sabtu (29/1).(tim)

ACEH, The East Indonesia  – Sektor pertanian di desa Batee Shook Kota Sabang Aceh mulai menggeliat kembali, setelah sebelumnya petani berhenti bercocok tanam akibat kesulitan biaya untuk membeli bibit, pupuk, dan ongkos buruh.

Saifuddin salah satu petani di desa Batee Shook menceritakan, masa pandemi COVID19 benar-benar memukul sektor pertanian. Kondisi itu yang akhirnya membuat dirinya dan beberapa petani lain mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Selama pandemi ini sulit untuk kami meneruskan kegiatan sehari-hari. Karena itu, kami berkomunikasi dengan pihak Bank Syariah Indonesia untuk mencari solusi,” tutur Saifuddin pada tim Kantor Staf Presiden, Sabtu (29/1).

Sebagai informasi, tim Kantor Staf Presiden melakukan verifikasi lapangan (Verlap) penyaluran KUR di Kota Sabang Aceh. Satu diantaranya, penyaluran KUR pada petani dan nelayan di desa Batee Shook.

See also  Moeldoko Optimistis Pemberian Insentif PPN Percepat Pembangunan Ekosistem Kendaraan Listrik

Saifuddin yang juga ketua kelompok tani di Desa Batee Shook ini mengakui, program KUR membuat aktivitas petani bergerak kembali. Ia mencotohkan dirinya, yang akhirnya bisa kembali tanam beberapa komoditas pertanian.

“Begitu KUR cair saya bisa beli bibit dan tanam cabai, bawang, serta kacang panjang. Alhamdulillah kemarin sudah panen juga,” ungkap Syaifuddin dengan senyum.

Sayangnya, lanjut dia, masih banyak anggota kelompok tani yang belum paham tentang program KUR

Menanggapi hal itu, Deputi III Panutan Sulendrakusuma meminta agar sosialisasi dan literasi soal KUR lebih gencar.

“Ini perlu kordinasi antara dinas provinsi/kabupaten dengan pihak perbankan. Sehingga penyaluran program KUR dapat menjadi manfaat bagi seluruh masyarakat Provinsi Aceh,” kata Panutan.

See also  BNPB Ajak Pemerintah Dan Masyarakat Hilangkan Asap Di Riau

Seperti diketahui, KUR merupakan program prioritas pemerintah dalam mendukung UMKM berupa kebijakan pemberian subsidi bunga kepada debitur individu/perseorangan, badan usaha, dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak.
Pembiayaan KUR sampai dengan nilai Rp100 juta tidak dipersyarakatkan agunan tambahan.

Di provinsi Aceh, realisasi penyaluran KUR 2021 mencapai Rp1,6 Triliun dengan jumlah penerima sebesar 30.943 pelaku usaha. Jumlah ini melebihi target yang diberikan yaitu Rp1,4 Triliun. Pada 2022, target penyaluran KUR ditingkatkan menjadi Rp2,4 Triliun.*

Editor|Christovao

(Visited 16 times, 1 visits today)