Ditinjau Wakil PBB, SMPN 3 Juta Selatan Simulasi Pengurangan Risiko Gempa dan Tsunmai

0
384
Caption : SMPN 3 Juta Selatan Simulasi Pengurangan Risiko Gempa dan Tsunmai. Foto : Ist

NUSA DUA, Fajarbadung.com – Perwakilan PBB khusus untuk kebencanan Mami Mizutori menyaksikan langsung simulasi pengurangan risiko bencana gempa dan tsunami di SMPN3 Kuta Selatan, Jumat (22/4/2022). Mami Mizutori didampingi oleh Kepala BNPT Letjend Suharyanto, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Lokasi Tanjung Benoa di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, dipilih sebagai tempat simulasi karena termasuk kawasan yang rawan terdampak gempa dan tsunami.

Kesiapsiagaan melalui latihan berkelanjutan menjadi kunci untuk menghindari risiko yang lebih besar. Dalam simulasi tersebut, Hal tersebut, para murid SMP Negeri 3 Kuta Selatan yang sudah terlatih, mempraktekkan bagaimana mengurangi risiko bencana bila gempa dan tsunami terjadi. Menurut Mami Mizutori, Indonesia dan Bali sangat penting dalam pengurangan risiko bencana.

“Bangga melihat siswa bisa mempraktekkan pengurangan risiko bencana. Sangat penting bagi para siswa untuk berpartisipasi aktif dalam penanggulangan bencana. Indonesia dapat menjadi contoh dalam pembelajaran tentang penanggulangan bencana,” ujar Mami.

Di hadapan Kepala BNPB dan Utusan Khusus PBB para siswa mampu melakukan aksi penyelamatan dirinya sendiri dan temannya. Mami Mizutori melihat simulasi yang diperagakan para murid dan guru. Mereka melakukan evakuasi setelah terjadi gempa dan dilanjutkan menuju ke hotel yang telah ditunjuk sebagai tempat evakuasi sementara (TES).

See also  Luhut Minta Polri Gunakan E-Katalog dalam Percepatan Realisasi Belanja dalam Negeri

Suharyanto mengatakan, simulasi di SMPN 3 Kuta Selatan merupakan rangkaian Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 yang nanti akan digelar pada 23-28 Mei 2022 di Bali. Pada pertemuan GPDRR nanti Indonesia akan menampilkan kearifan lokal tempat dan daerah yang sudah paham dan mempraktekkan upaya pengurangan risiko bencana, seperti ditunjukkan komunitas sekolah yang berada di Kuta Selatan tersebut.
“SMP Negeri 3 ini salah satu sekolah yang telah mempraktekkan langkah-langkah pengurangan risiko bencana,” ujar Suharyanto.

Kepala BMKG Dwikorita menambahkan bahwa desa tempat sekolah ini merupakan salah satu dari 7 desa yang mengajukan sebagai desa siaga tsunami. Ia mengatakan ada dua desa di Bali yang sedang dalam proses penilaian desa siaga tsunami dari Unesco.

Simulasi Gempa dan Tsunami SMPN 3 Kelurahan Tanjung Benoa merupakan salah satu kelurahan di Kabupaten Badung yang berada di wilayah bahaya tsunami tinggi. Karakter wilayah yang datar dan jauh dari area aman tidak memungkinkan untuk menuju daerah yang lebih tinggi tepat waktu. Pilihan terbaik untuk evakuasi adalah evakuasi secara vertikal menuju bangunan tinggi dan minimal berlantai 3 yang masih berdiri pascagempa.

See also  Sekda Adi Arnawa Terima Kunjungan dan Gala Dinner Delegasi Peserta MACS G20

Kelurahan Tanjung Benoa bersama 7 hotel berlantai tiga atau lebih telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk berkomitmen menjadikan hotel sebagai TES kepada masyarakat Tanjung Benoa selama tsunami masih berlangsung. Ketujuh hotel ini adalah Hotel the Sakala, Grand Mirage, ION, Peninsula Bay Resort, Rasa Sayang Inn, Novotel dan Benoa Sea Suites.

Rencana evakuasi tsunami Kelurahan Tanjung Benoa merupakan pedoman penyusunan rencana evakuasi di kelompok komunitas yang lebih kecil, termasuk sekolah. Tiga sekolah di kel. Tanjung Benoa yaitu SD 1 Tanjung Benoa, SD 2 Tanjung Benoa dan SMP Negeri 3 Kuta Selatan telah memiliki rencana evakuasi tsunami. Dengan kondisi yang ada saat ini, disepakati TES untuk SD 1 adalah Hotel the Skala, sedangkan SD 2 di Hotel ION, SMPN 3 di Grand Mirage.

Rencana evakuasi tsunami SMPN 3 Kuta Selatan meliputi tim siaga bencana sekolah dan perannya, prosedur pernyelamatan di kelas, prosedur titik kumpul, mekanisme menuju hotel sebagai TES, prosedur di TES hingga status peringatan dini dari BMKG all clear atau ancaman tsunami telah berakhir.

See also  Tiga Negara Pantai Sepakat Tingkatkan Kualitas Peta Navigasi Elektronik Selat Malaka-Selat Singapura

SOP penyelamatan ini dapat diaskes oleh seluruh warga sekolah melalui papan informasi yang telah dipasang di halaman sekolah. Khusus pada latihan evakuasi hari ini, prosedur yang dilaksanakan tidak sampai menuju hotel sebagai TEW, tapi menggunakan lapangan basket (yang sebenarnya adalah titik kumpul sekolah sebelum evakuasi ke TES ) yang diilustrasikan sebagai TES.

Kesiapsiagaan sekolah ini sebagai bagian dari implementasi satuan pendidikan aman bencana (SPAB) yang mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, seperti BNPB, BPBD setempat, Forum PRB Bali dan UNDP. Simulasi komunitas sekolah ini juga disaksikan perwakilan dari Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, UNDP, Unesco, pihak hotel dan dewan adat setempat.

Penulis|Arnold Dhae

(Visited 9 times, 1 visits today)