Terkait Black Out Bandara Ngurah Rai, Ketua Fraksi Gerindra Dewan Badung Minta Adanya Mitigasi Kelistrikan

0
98
Foto : Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Badung, Wayan Puspa Negara .

MANGUPURA, Fajarbadung.com – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami mati listrik (Black Out) selama lebih dari sejam, Jumat, 10 oktober 2025. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Badung, Wayan Puspa Negara menegaskan Bandara Ngurah Rai perlu mitigasi kelistrikan, sehingga sangat tak elok dan parah sebagai Bandara Internasional mengalami black out yang berdampak menurunkan citra pariwisata Bali.

Menurut wakil rakayat asal Legian Kuta ini, kejadian ini adalah black out yang kedua, pada tahun 2025, setelah black out Bali pertama kali terjadi, pada 2 Mei 2025 lalu. Hal tersebut, tentunya berdampak pada bandara, khususnya telah  menganggu jadwal penerbangan, yang menunjukkan kurang adanya mitigasi kelistrikan. “Dimana-mana Bandara International tidak ada cerita mati listrik lebih dari sejam, bahwa S.O.P.  mitigasi harus sudah ready, karena Airport adalah  obyek vital,” kata Puspa Negara.

See also  Badung Gelar Apel HUT Damkar Ke-105, Jadikan Momentum Melaksanakan Tugas Dengan Penuh Disiplin dan Tanggung Jawab

Lebih lanjut, Puspa Negara menyebutkan mati listrik dalam durasi yang lama  berpotensi pada gangguan pelayanan, baik pada  system digitalisasi.maupun berpotensi ancaman sabotase, penyelundupan hingga teroris yang membahayakan. “Semoga tidak terjadi, meskipun saya percaya bahwa Bandara Ngurah Rai memiliki daya dukung keamanan yg sangat baik, karena adanya sarana prasarana keamanan yang baik, seperti Polres Bandara, Bea cukai, Imigrasi dan security  yang profesional,” tegasnya.

Meski demikian, Puspa Negara juga mempertanyakan sekelas Airport International bisa mati listrik dan mengingatkan pihak pengelola bandara semestinya mempunyai genset, yang sekian detik bisa hidup, sehingga   perlu ada introspeksi, koreksi dan evaluasi.

Patut diketahui, bahwa Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami gangguan listrik yang menyebabkan padam listrik (blackout), Jumat, 10 Oktober 2025 pukul 18.13 WITA dan berlangsung selama lebih dari satu jam.

See also  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Dorong Kerjasama Antar OPD dan Tekankan Promosi Digital Semua DTW

Aliran listrik diketahui kembali normal, pada pukul  19.18 WITA, setelah Tim Teknis melakukan penelusuran dan penanganan.

Atas peristiwa tersebut, beberapa layanan penumpang mengalami penyesuaian, yakni proses check in untuk beberapa saat dilakukan secara manual. “Saya amat mendukung Management Bandara Ngurah Rai untuk selalu firm dalam performa yang baik, saat pelayanan dan pergerakan penumpang selaku meningkat tiap tahun,” paparnya.

Pada tahun 2025 ini, lanjutnya Bandara Ngurah Rai melayani penumpang dengan jumlah yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, terutama pada bulan-bulan puncak liburan, seperti Juli dan Agustus.

Bandara Ngurah Rai melayani total sekitar 7,24 juta penumpang pada Januari-April 2025, 11,4 juta penumpang pada semester pertama, dan 2,3 juta pada Agustus 2025. Sebagian besar penumpang adalah internasional sekitar 63 persen dengan rute tujuan tersibuk, seperti Singapura, Kuala Lumpur dan Melbourne.

See also  Karya Agung Ngenteg Linggih di Pura Puseh Gunung Agung Sanggulan, Desa Adat Sobangan, Mengwi

Untuk itu, Management Bandara segera melakukan evaluasi atas sistem kelistrikan dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kepada Management Bandara Ngurah Rai, Puspa Negara berharap meningkatkan sense of belonging & responsibility, karena kejadian ini berpotensi menurunkan citra pariwisata Bali. “Disisi lain, negara-negara  pesaing kita terus berupaya meningkatkan fasilitas, pelayanan bandara  untuk selalu upgrade tentang keamanan dan kenyamanan,” pungkas politikus yang juga mantan Ketua LPM Legian ini.(Tim)

(Visited 5 times, 1 visits today)