Kembar Identik Berbagi Kasih dengan 26 Pejuang Kesembuhan di RSKPI Bali

0
62
FOTO : Dok - Arnold.

DENPASAR, Fajarbadung.com – Dua kembar identik yakni Grace Umbu Maramba dan Gracia Umbu Maramba, putri cantik dari pasangan Viktor Umbu Maramba dan Suci Rahmawati merayakan hari ulang tahun (HUT) yang ketiga bersama dengan 26 orang pejuang sembuh dari sakitnya di Rumah Singgah Kebaikan Pasien Indonesia (RSKPI) Gerakan Sepenuh Hati Denpasar, Rabu (3/6/2026).

Kedatangan kedua kembar cantik ini membawa sukacita bagi para pejuang sembuh yang selama ini menginap di RSKPI Bali. Kedua putri cantik ini mendatangi RSKPI dengan sejumlah bantuan sembako mulai dari beras, minyak, telur, mie instan dan sebagainya.

Kedua orang tua dari kembar identik ini merupakan staf dari PT Gedong Arta Jaya, PT Gajah Madah Sakti Mandiri, PT Riski Putra Mandiri (RPM). Atas arahan dari perusahaan tempatnya bekerja, berbagi kasih diarahkan ke RSKPI Bali. Menurut koordinator lapangan dari beberapa PT tersebut, Jery Bali mengatakan, kedua putri cantik dari stafnya itu terus diajak berbagi sejak usia dini. Sebelumnya yakni saat HUT yang kedua, juga dirayakan di sebuah rumah singgah di dekat RSUP Prof. Ngurah Sanglah.

See also  Wayan Koster Apresiasi Ribuan Warga Desa Busungbiu Pakai Busana Adat Bali Hadiri Kampanye

“Kedua orangtuanya ajarkan sejak dini agar hidup ini harus berbagi dengan sesama. Agar ini menjadi kebiasaan setelah mereka dewasa nanti,” ujarnya. Pantauan di lokasi, perayaan HUT ditandai dengan doa singkat, tipu lilin dan potongan kue ulang tahun. Setelah berdoa tanda syukur dan meniup lilin, memang kedua kembar identik langsung potong kue dipandu pendamping. Keduanya sangat menikmati suasana kebersamaan dengan para penghuni RSKPI Bali. Bahkan salah satunya bisa berbagi kue keliling dengan para penghuni yang hadir. Setelah itu keduanya tampak bermain dengan ceria.

Ketua Umum RSKPI Muhammad Aryo menjelaskan, saat ini RSKPI Bali menampung 26 pasien yang kebanyakan berasal dari Kabupaten Ngada dan Nagekeo, Flores, NTT. Ada juga beberapa dari kabupaten lainnya namun tidak banyak. Mereka umumnya merupakan penderita penyakit tumor, kanker dan jantung bocor.

See also  Di Kampung Baru, Wayan Koster: Saya Punya Kenangan Mendalam

“Para pasien ini sedang dalam proses penyembuhan dan perawatan medis di RSUP Prof. Ngurah Sanglah Denpasar Bali. Ada yang menginap sampai 2 tahun dan sembuh karena proses pengobatan dan perawatan secara telaten dan rutin. Dan kami terus merawat dan mendampingi mereka para pasien tersebut,’ ujarnya.

Dari jumlah tersebut, pasien dewasa sebanyak 15 orang, pasien usia anak 5-11 tahun sebanyak 6 orang dan bayi sebanyak 2 orang. Sementara pendamping sebanyak 26 orang dan 3 orang lainnya sebagai relawan. Jadi total semua yang menghuni rumah 3 lantai di RSKPI ini sebanyak 55 orang. Mereka tinggal secara gratis sampai sembuh.

Ia mengisahkan bahwa ada banyak pasien yang datang sudah dalam kondisi parah baik dewasa maupun anak-anak. Namun berkat pendampingan yang intensif, pengawasan dalam minum obat, kemoterapi dan sebagainya, banyak pasien yang tergolong dan sembuh total hingga bisa pulang ke kampung halamannya. Sebaliknya, banyak pasien dan pendamping yang karena stres dan bosan, sehingga memilih pulang kampung walau belum sembuh.

See also  Bali Menyepi, Lagu Sunyi Dari Balik Lapas Yang Menyentuh

“Kami hanya bisa memberikan pengertian, meyakinkan mereka untuk tetap optimis. Namun ada yang nekat pulang. Banyak sekali kami mendapatkan informasi bahwa setelah pulang dari RSKPI Bali mereka umumnya tidak berselang lama langsung meninggal,” ujarnya.

Secara khusus ia berharap agar Kabupaten Nagekeo lebih proaktif berkoordinasi dan berkoordinasi dengan RSKPI Bali. Sebab selama ini banyak pasien dari kabupaten yang dijuluki heart of Flores tersebut ditampung di RSKPI Bali. Dan banyak juga yang sudah tertolong dengan baik.(Arnold)

(Visited 1 times, 2 visits today)