Mendikdasmen Dorong Penguatan Kompetensi Guru Vokasi Seni Budaya untuk Menyiapkan Generasi Kreatif

0
41
FOTO : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti.

YOGYAKARTA, Fajarbadung.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, membuka kegiatan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Pola Blended–Magang Gelombang 2 yang diselenggarakan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan pembinaan pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, dalam laporannya menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru vokasi menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan berdaya saing. Melalui kolaborasi dengan BBPPMPV Seni dan Budaya, program ini dirancang agar guru tidak hanya meningkatkan kemampuan mengajar, tetapi juga memahami secara langsung budaya kerja di dunia usaha dan dunia industri.

“Kami ingin memastikan para guru tidak hanya hebat dalam mengajar. Dengan pemagangan, mereka juga mampu menyelami langsung budaya kerja industri, sehingga mereka betul-betul nanti bisa memperkuat pembelajaran berbasis projek (project-based learning), dan sekaligus sebagian menjadi awal untuk memperkuat teaching factory sehingga mendapatkan imbas pendapatan yang bisa digunakan secara bergulir untuk operasional pembelajaran,” ujar Tatang.

Pada gelombang kedua ini, sebanyak 177 guru dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti program yang berlangsung pada 1–29 Juli 2026. Kegiatan memadukan pembelajaran daring, pendalaman materi di balai, praktik kejuruan, serta magang di industri yang tersebar dalam 17 konsentrasi keahlian di bidang seni dan budaya.

See also  Badan Standar Nasional Pendidikan Umumkan Hasil Revisi POS UN 2019/2020

Selain memperoleh materi mengenai kebijakan pendidikan, peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence) dalam pembelajaran, praktik kejuruan, hingga pengalaman langsung melalui magang industri yang akan ditutup dengan gelar karya dan uji kompetensi.

Dalam sambutannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada dunia kerja, tetapi memiliki tujuan yang lebih mendasar, yaitu membangun karakter dan peradaban bangsa melalui pengembangan seluruh potensi manusia.

“Kalau kita kembali ke Undang-Undang Sisdiknas, pendidikan itu tujuannya adalah untuk membentuk atau membangun karakter dan peradaban bangsa. Dan kalau kita bicara tentang penguatan pendidikan karakter, kita bicara mengenai bagaimana pengembangan potensi-potensi fitrah manusia yang dilakukan melalui olah pikir, olah raga, olah rasa, dan olah hati,” ujar Abdul Mu’ti, Rabu (8/7).

Menurut Mendikdasmen, seni dan budaya memiliki peran penting dalam pendidikan karena tidak hanya menjadi ruang ekspresi dan aktualisasi diri, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan keadaban serta jati diri bangsa. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan seni dan budaya perlu dilakukan secara seimbang agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya Indonesia.

“Sehingga arah kebijakan kita mengenai seni dan budaya itu tentu harus dalam tiga dimensi. Dimensi pertama adalah dimensi edukatif. Kedua, dimensi kreatif. Selanjutnya, dimensi konservatif sebagai upaya pelestarian nilai dan kekayaan budaya bangsa, serta dimensi progresif untuk menjawab perkembangan masa depan. Di sinilah tiga dimensi tadi itu harus jalan semuanya,” jelasnya.

See also  Sukses, Workshop Jurnalistik Pra UKW DPP MOI

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menekankan bahwa kreativitas merupakan kompetensi yang akan terus dibutuhkan di tengah perkembangan teknologi. Menurutnya, teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, dapat membantu proses berkarya, namun tidak dapat menggantikan olah rasa dan proses kreatif manusia.

“Di situlah kenapa kemudian olah rasa itu menjadi penting. Di situlah proses kreatif yang dibuat manusia itu tidak bisa diganti oleh teknologi, tapi tidak kemudian kita anti-teknologi itu,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus membangun kepercayaan diri peserta didik SMK melalui berbagai keunggulan yang dimiliki. Menurutnya, satuan pendidikan vokasi, khususnya di bidang seni dan budaya, harus mampu melahirkan karya-karya yang berakar pada budaya Indonesia sekaligus memiliki daya saing di tingkat global.

“SMK-SMK ini tidak boleh menjadi program dan menjadi pilihan studi yang dianggap second class. Kami di kementerian berkomitmen untuk membangun rasa percaya diri murid-murid SMK itu dengan kelebihan-kelebihan yang mereka miliki,” ujar Mendikdasmen.

Manfaat program tersebut turut dirasakan oleh para peserta. Perwakilan guru, Zirwen dari SMK Negeri 4 Padang, Sumatera Barat, menyampaikan bahwa pelatihan yang diikuti memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya memperkuat kompetensi, tetapi juga mendorong kreativitas dalam pembelajaran di sekolah.

See also  Cerianya Anak-anak Paud Jatimulya Bersama Satgas TMMD Tegal

“Pelatihan yang diselenggarakan di BBPPMPV Seni dan Budaya ini mampu memberikan tantangan untuk meningkatkan kreativitas, baik dalam berkarya maupun dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Ketika saya selesai mengikuti pelatihan dan kembali ke sekolah, saya membawa banyak hal baru yang bisa dibagi kepada generasi muda, anak-anak didik di lapangan. Mereka sangat bahagia, karena gurunya tidak saja bisa berteori tetapi lebih dari itu, mampu juga berkarya,” ungkap Zirwen.

Mengakhiri rangkaian kegiatan, seluruh peserta yang memenuhi aula serempak berdiri dan menyanyikan lagu Hari Baru, salah satu karya orisinal ciptaan Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Suasana berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan, menandai dimulainya babak baru dalam peningkatan kompetensi guru vokasi bidang seni dan budaya di Indonesia.***

(Visited 2 times, 1 visits today)