Bupati Badung Hadiri Uleman Karya di Pura Kayu Gede Kastuba, Kerobokan Kaja

0
33
Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri uleman Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, dan Pedudusan Alit di Pura Kayu Gede Kastuba, Banjar Gadon, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Kamis (30/7). Foto : Dok - Humas

MANGUPURA, Fajarbadung.com – Sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian adat dan budaya yang menjadi fondasi utama pariwisata di Kabupaten Badung, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri uleman Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, dan Pedudusan Alit di Pura Kayu Gede Kastuba, Banjar Gadon, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Kamis (30/7).

Dalam sambrama wacana-nya, Bupati Wayan Adi Arnawa menjelaskan bahwa kehadiran pemerintah dalam kegiatan adat dan keagamaan bukan sekadar agenda seremonial. Kehadiran ini merupakan bentuk tanggung jawab nyata pemerintah untuk mendampingi masyarakat dalam menjaga serta melestarikan warisan leluhur secara turun-temurun.

“Pariwisata Bali, khususnya di Kabupaten Badung, hidup dan berkembang karena ditopang oleh adat, budaya, dan tradisi yang bernafaskan agama Hindu. Tugas pemerintah adalah memastikan kebudayaan ini tetap terawat tanpa membebani ekonomi karma. PAD Badung yang sebagian besar bersumber dari sektor pariwisata harus kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena itu, pemerintah daerah mengarahkan berbagai program bantuan untuk meringankan beban warga dalam menjalankan kewajiban adat dan keagamaan,” ucap Bupati.

See also  Sekda Adi Arnawa Gencar Pantau Obyek Wisata Jelang Pergantian Tahun

Bupati menegaskan, keberlanjutan pariwisata Bali tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Apabila nilai-nilai budaya mengalami kemunduran, sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat juga akan terdampak.

“Jika adat dan budaya tidak kita jaga bersama, pariwisata akan terganggu dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, PAD kita kembalikan penuh untuk meringankan beban krama,” kata Bupati Badung.

Selain bantuan untuk kegiatan keagamaan, Pemerintah Kabupaten Badung juga menjalankan sejumlah program sosial bagi masyarakat. Program tersebut antara lain bantuan tunai Rp 2 juta per kepala keluarga menjelang Hari Raya Galungan, insentif Rp 3 juta bagi warga lanjut usia berusia 75 tahun ke atas di setiap ulang tahunnya, serta bantuan Rp 1 juta per bulan bagi penyandang disabilitas dan warga yang menderita sakit menahun (bedridden). Di sektor pembangunan, Pemkab Badung juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan.

See also  Bupati Badung dan Ketua DPRD Tinjau Penataan Pedestrian Pantai Kuta, Siapkan Kawasan Wisata yang Lebih Nyaman dan Berkelas

“Fokus saya untuk pembangunan saat ini diarahkan pada penguraian kemacetan di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan Kuta Utara yang menjadi salah satu titik padat aktivitas pariwisata. Dumogi bantuan yang diberikan bermanfaat memberikan kesejahteraan bagi kita semua sehingga karya berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia AA. Putu Mayun menyebutkan mewakili krama dan pengempon Pura Kayu Gede Kastuba menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah.

“Atas nama pribadi dan mewakili krama Pengempon Pura, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemkab Badung kepada Bapak Bupati Badung atas bantuan yang diberikan kepada kami, dimana sangat membantu penyelenggaraan karya utama yang membutuhkan pembiayaan besar, sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” jelasnya.

See also  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Terima Audiensi Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum Unud

Hadir pada acara tersebut Lurah Kerobokan Kaja I Gusti Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra, Bendesa Adat Kerobokan Kaja beserta pengurus dan krama pengempon Pura.***

(Visited 2 times, 2 visits today)