TPPO di Indonesia masih mengkuatirkan

0
627
TPPO di Indoesia masih mengkuatirkan/fajarbadung.com
TPPO di Indoesia masih mengkuatirkan/fajarbadung.com

DENPASAR, Fajarbadung.com – Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Prof. Venentia Danes mengatakan, Indonesia dan Bali khususnya masih berpotensi terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“TPPO tidak bisa dianggap remeh, korban umumnya mengalami trauma berat, depresi, atau gangguan kejiwaan bahkan tidak sedikit yang muncul keinginan untuk bunuh diri. Korban juga memperoleh stigma negatif dari lingkungan sekitarnya yang bisa menyebabkan korban semakin terpuruk,” ujarnya. Kejahatan ini terus saja terjadi karena membawa keuntungan finansial yang luar biasa bagi para pelakunya.

PBB menyebutkan bahwa sindikat perdagangan perempuan dan anak meraup keuntungan 7 miliar dolar AS setiap tahun dari sekitar 2 juta orang yang diperdagangkan setiap tahunnya. Sementara di Indonesia diperkirakan sekitar 40.000 sampai 70.000 perempuan dan anak yang menjadi korban TPPO setiap tahunnya.

See also  Kodim Gianyar Gelar Temu Media Tingkatkan Silaturahmi dan Sukseskan TMMD ke 108

Besarnya korban TPPO dI Indonesia disebabkan karena Indonesia merupakan negara yang menjadi sumber atau asal perdagangan orang ke luar negeri khususnya untuk tujuan Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand Jepang, Hongkong, Timur Tengah dan beberapa negara di Eropa.  Namun dalam perkembangannya saat ini Indonesia juga menjadi negara tujuan perdagangan orang yang berasal dari Cina,Thailand, Hongkong,  Usbekistan, Ukraina dan beberapa negara lainnya khususnya untuk tujuan eksploitasi seksual.

“Jadi mereka datang ke Indonesia karena dikenal dengan istilah daerah sumber atau daerah asal korban, daerah transit yaitu daerah tempat korban TPPO ditampung atau mungkin ditahan untuk jangka waktu yang tertentu atau sementara sebelum kemudian dikirim ke daerah atau negara tujuan,” ujarnya.

See also  Perayaan Natal Bersama di Kupang, KASAD Ajak Hadirkan Damai dan Sukacita Untuk Indonesia Maju

Bagaimana dengan Bali. Bali masuk sebagai daerah sumber TPPO, daerah transit atau daerah tujuan sebagai daerah destinasi pariwisata yang sangat populer baik di dalam maupun di luar negeri.  Besar kemungkinan Bali bisa menjadi daerah tujuan TPPP khususnya untuk tujuan eksploitasi seksual.  “Inilah yang menjadi dasar mengapa pentingnya bagi kami untuk melakukan sosialisasi pencegahan di Bali,” ujarnya.

Faktor pendorong dan faktor penarik antara lain kondisi ekonomi. Seringkali seseorang yang berasal dari keluarga yang tidak mampu menjadi target yang dituju pelaku TPPO karena himpitan ekonomi. Mereka mudah menerima tawaran pelaku dengan iming-iming gaji yang besar dan kehidupan yang lebih baik sehingga korban mudah tergiur dengan gaji besar tapi kerja gampang.

See also  Bali Drumholics Berjaya di Indonesian Drum & Percussion Festival 2021

Rendahnya akses pendidikan yang sangat terbatas biasanya seseorang akan dengan mudah menjadi target dikarenakan pengetahuan terhadap bahaya TPPO ini yang tidak didapat lalu tidak adanya kesempatan kerja di tempat asal sehingga korban mau dipindahkan atau diajak pergi ke luar daerah sekitarnya atau daerah asalnya. Lalu tuntutan konsumerisme di mana dengan gaya hidup yang memuja materi banyak orang berlomba-lomba membeli barang mewah sehingga dengan mudah korban tergiur dengan tawaran pelaku.(axelle dae/fb)

(Visited 28 times, 1 visits today)