Yulius Sahnusa Resmi Pimpin Lapas Kerobokan Denpasar

0
454
Yulius Sahnusa Resmi Pimpin Lapas Kerobokan Denpasar/fajarbadung.com
Yulius Sahnusa Resmi Pimpin Lapas Kerobokan Denpasar/fajarbadung.com

DENPASAR, Fajarbadung.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan Denpasar resmi dijabat Yulius Sahnusa. Sebelumnya, Kalapas Kerobokan dijabat oleh Tony Nainggolan yang kini menjabat sebagai Kalapas Porong Sidoarjo Surabaya. Karena Tony harus segera menjabat di tempat yang baru maka Lapas Kerobokan dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt). Dewa Gede Astara. Itulah sebabnya serahterima jabatan dilakukan dari Plt Dewa Gede Astara kepada Yulius Sahnusa berlangsung di Aula Arda Chandra, Senin (20/1). Yulius Sahnusa sebelumnya adalah mantan Kalapas Riau.

Yulius mengaku jika pengelolaan Lapas itu perlu ada sinergitas antara semua pihak mulai dari petugas Lapas, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, agar pembinaan dan keamanan sejalan dalam mengelola lapas. “Mengelola manusia diatas 1.600 itu tidak mudah. Kadang-kadang pihak luar hanya berpikir sekilas saja. Saudara kandung juga bisa ribut. Apalagi ini 10 orang dengan bapak yang berbeda, ibu yang berbeda, budaya yang berbeda. Kalau ribut biasa tapi asal jangan saling menzolimi satu sama lain. Harapan saya, baik dari pemerintah daerah maupun Forkompinda agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Jadi harus ada sinergitas dari sisi keamanan, sehingga pembinaan jalan, keamanan juga jalan sehingga tujuan dari pemerintah dalam mewujudkan lapas jadi wilayah bebas korupsi (WBK) bisa tercapai,” ungkap Yulius.

See also  Polsek Mengwi Gelar Syukuran Pelaksanaan Tugas, Saat Apel Pimpinan

Ia juga berjanji membersihkan Narkoba dari Lapas Kerobokan Denpasar. Yulius berjanji akan melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk melakukan pembenahan. Yulius juga menampik terkait keterlibatan napi dan petugas, karena seringkali pelaku narkoba yang tertangkap sengaja memutuskan mata rantai jaringan dengan mengaku melibatkan orang dalam lapas.

“Mereka yang tertangkap itu, untuk biasanya memutuskan mata rantai itu mengarahkan ke Lapas. Padahal itu belum tentu, jadi kita akan cek and ricek betul, apakah yang bersangkutan melakukan peredaran itu melibatkan petugas. Kita harus akan lakukan tindakan tegas karena pemerintah kita sudah jelas untuk melakukan antisipasi tindakan dan ini PR (pekerjaan rumah) kita bersama. Tidak hanya PR saya saja, tidak hanya PR petugas tetapi ini tanggungjawab kita bersama membalikan cerita Lapas Kerobokan ini ke arah yang lebih baik,” papar Yulius.

See also  Pemprov Bali Mendukung Stadion Kapten Dipta Jadi Penyelenggara Piala Dunia U-20

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali, Sutrisno yang ditemui usai Sertijab mengatakan, Lapas Kerobokan telah overload dan tidak nyaman karena daya tampung 1.300 yang dimiliki Lapas Kerobokan, kini dihuni lebih dari 1.600 narapidana dan tahanan. Karena itu pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung, terkait rencana pemindahan Lapas ke lokasi yang baru, namun Sutrisno enggan menyebut lokasi baru yang dimaksudkan karena masih menunggu hasil koordinasi. “Karena Lapas ini sudah termasuk daerah yang untuk tujaun wisata. Jadi kalau Lapas di sini sudah tidak bagus untuk daerah wisata. Sehingga kita juga sudah berkoordinasi dengan aparat samping misalnya ke Pemda, ke Pemprov tingkat satu, sehingga nanti ke depan mudah-mudahan ini bisa nanti dipindahkan dan bisa dibangun Lapas yang lebih besar daripada ini. Dan kapasitasnya mungkin nanti bisa dipisahkan antara tahanan dan narapidana, karena di sini masih campur karena tidak ada rutan,” ungkap Sutrisno.(axelle dae/fb)

(Visited 44 times, 1 visits today)