Angkie Yudistia Minta Jangan Sampai Kaum Disabilitas Tertinggal dalam Vaksin

0
226
FOTO : Staf Khusus Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia(2 dari kanan).(tim)

NUSA DUA, Fajarbadung.com – Staf Khusus Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia menegaskan, jangan sampai kaum disabilitas di Indonesia tertinggal dalam hal vaksinasi dalam rangka menuju kekebalan komunitas di Indonesia. Hal ini disampaikan Angkie Yudistia usai tampil sebagai pembicara dalam acara Pelatihan Tenaga Pendamping bagi Pemuda Berkebutuhan Khusus Kader Tingkat Nasional Tahun 2021 dengan tema “Pemberdayaan Tenaga Pendamping untuk Kemajuan Pemuda Berkebutuhan Khusus” yang diselenggarakan oleh Asisten Deputi Tenaga dan Peningkatan Sumber Daya Pemuda Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora di Nusa Dua Bali, Kamis (23/9/2021).

Menurut Angkie, saat ini pemerintah mengggencarkan vaksinasi bagi kaum disabilitas. “Jangan sampai ada yang tertinggal dalam program pemerintah, dalam hal vaksinasi khususnya bagi kaum disabilitas,” ujarnya. Ia menjelaskan, Indonesia sendiri memperoleh hibah vaksin dari Raja Unit Emirat Arab sebanyak 450 ribu dosis jenis Sinovac. Jumlah ini akan dikhususkan bagi kaum disabilitas di 6 provinsi di Indonesia yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Jumlah tersebut akan diperuntukan bagi 225 ribu kaum disabilitas di 6 provinsi. “Saat ini suntikan dosis pertama sudah mencapai 94% dari jumlah vaksinya yang disiapkan. Sementara untuk suntikan kedua saat ini terus dikebut agar lebih cepat mencapai kekebalan komunitas,” ujarnya.

See also  Wimas Putri Rilis Blue Sky, Kenang Kepergian Ayah

Saat ini jumlah kaum disabilitas berdasarkan data BPS tahun 2018 sebanyak 38 juta jiwa. Ia meminta agar pemerintah dari pusat hingga daerah mendorong agar kaum disabilitas mendapatkan vaksinasi pada kesempatan pertama. Vaksinasi bisa diakses di Puskesmas terdekat atau di fasilitas kesehatan lainnya. Program vaksinasi memang diprioritaskan bagi kaum disabilitas yang berusia produktif yakni 18 tahun ke atas. Sementara untuk yang usia sekolah di SLB atau 12 tahun akan mengikuti program vaksinasi seperti biasa. Hal itu bukan berarti yang lainnya tidak penting tetapi sangat diharapkan pemerintah daerah di seluruh Indonesia agar bisa menjangkau vaksinasi bagi kaum disabilitas tanpa kecuali.

Penulis|Axelle Dhae|Editor|Christovao

(Visited 4 times, 1 visits today)