DENPASAR, Fajarbadung.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali memberikan peringatan kepada warga Bali yang ada di 56 titik tanah bergerak di seluruh Bali. Kepala Pelaksana Harian BPBD Bali Made Rentin mengatakan, pihaknya bersama seluruh tim sudah turun langsung ke lapangan di mana lokasi tanah bergerak itu berada sesuai yang sudah dikeluarkan oleh Badan Geologi Kementerian ESDM. Badan Geologi mengeluarkan peta potensi gerakan tanah sehubungan dengan tingginya curah hujan di bulan Februari 2020.
“Badan Geologi mengeluarkan peta potensi gerakan tanah di seluruh Indoesia dan juga termasuk di Bali. Peta ini sangat membantu sebab bila curah hujan di atas rata-rata maka warga yang tinggal atau berada di sekitar lokasi potensi gerakan tanah bisa mengevakuasi dirinya. Selamatkan dulu dirinya. Masyarakat harus membangun kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (1/2).
Berdasarkan peta yang dikeluarkan oleh Badang Geologi ada 8 kabupaten di Bali yang terdeteksi memiliki potensi gerakan tanah kecuali Kota Denpasar. Totalnya ada di 56 titik yang tersebar di 56 kecamatan. Jumlah terbanyak berada di Kabupaten Tabanan yakni ada 12 titik. Kemudian Buleleng dan Gianyar masing-masing 9 titik dan Karangasem sebanyak 8 titik. Sementara sisanya ada yang 4 titik dan ada yang 5 titik.
Dari jumlah tersebut, ada 51 titik dengan kualifikasi potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi dan sisanya menengah ke bawah. Disebut potensi gerakan tanah dengan kualifikasi menengah hingga tinggi karena jika terjadi curah hujan di atas normal maka potensi untuk tanah bergetak sangat mungkin akan terjadi. Biasanya daerah ini ada di lembah sungai, tebing, lereng dan sejenisnya. Sementara ada 16 titik yang berpotensi banjir bandang, longsor, aliran material bahan rombakan dan sejenisnya.
Ia memastikan jika seluruh peta potensi longsor atau tanah bergerak ini sudah mendapatkan atensi dari petugas di masing-masing lokasi. “Intinya kita sudah sekian sering memberikan penjelasan dan peringatan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tanah bergerak. Bila curah hujan tinggi maka segera pindah sementara ke lokasi lain, di rumah saudara atau keluarga. Kita tidak mau ada korban jiwa. Selamatkan dulu jiwanya. Yang lain urusan belakang,” ujarnya.(axelle dae/fb)


















