780 Orang Australia Direpatriasi Akibat Pandemi Covid19 dari Bali

0
548
FOTO. Pengusaha Pariwisata, Wayan Puspanegara.(tim)

KUTA, Fajarbadung.com – Hari ini Rabu (18/8/2021), direncanakan akan ada sekitar 186 warga Australia yang akan pulang ke negaranya. Mereka akan kembali ke negaranya karena situasi pandemi Covid19 yang melanda Indonesia dan Bali khususnya. Pengusaha pariwisata Bali Wayan Puspa Negara mengajak segenap stakeholder pariwisata Bali agar tetap tenang dengan informasi kepulangan warga Australia dari Bali. Sebab ini adalah hal yang wajar bagi sebuah negara untuk melindungi warganya. “Sebenarnya kurang lebih ada 780 orang Australia yang direpatriasi oleh negaranya sejak tahun 2020 hingga 2021 saat ini. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 350-an orang yang dianggap rentan terhadap penyakit sehingga harus pulang ke negaranya untuk meminimalisir risiko yang fatal selama mereka berada di Bali,” ujarnya Rabu (18/8/2021).

See also  Dewan Dorong Pemerintah Badung Naikan Pendapatan Daerah

Menurutnya, saat ini tidak ada penerbangan langsung dari Australia ke Denpasar. Sementara warga Australia perlu segera berangkat ke negaranya dengan menggunakan pesawat charteran. Akibatnya, mereka harus ke Jakarta dan bahkan ada yang ke Singapura baru ke Australia. Repatriasi warga Australia ini bukanlah sesuatu yang baru. Sebelumnya ada juga beberapa negara yang memulangkan warganya dari Bali dan Indonesia umumnya seperti Jepang, Arab Saudi, dan beberapa negara lainnya. Sementara untuk warga negara Australia, yang pulang saat ini adalah mereka yang sudah kehabisan visa kunjungan, dan sudah beberapa kali melakukan perpanjangan visa. Ada juga warga Australia yang memegang identitas penduduk sementara di Bali dan bahkan sudah menetap di Bali juga terpaksa harus pulang ke negaranya karena situasi pandemi Covid19 yang melanda Indonesia dan Bali khususnya.

See also  UDG Ditutup, Badung Sabet Juara Umum

Ia meminta agar isu repatriasi ini tidak menjadi mengemuka di Bali dan tidak menjadi kontraproduktif pembenahan sistem pariwisata di Bali. Sebab, kapan pun situasi sudah normal, orang Australia akan kembali ke Bali sebab Bali sudah menjadi rumah kedua bagi warga Australia. “Ini adalah hal yang wajar dan biasa saja. Karena kapan saja orang bisa pulang ke negaranya karena sudah hampir dua tahun ini situasi tidak menentu. Mereka bosan, jenuh, dan ingin kembali. Namun yakinlah suatu saat kalau sudah normal, Australia akan mendominasi pasar pariwisata di Bali,” ujarnya.

Untuk di Bali, daerah yang paling berdampak adalah destinasi yang ada di Kuta Utara seperti di Canggu, Pantai Brawa, Kayu Aya, Tibubeneng dan sebagainya. Kemudian di sekitar Kuta, Nusa Dua dan sekitarnya. Beberapa titik ini selama pandemi Covid19 ini masih hidup pariwisata sebab selama ini masih banyak warga Australia yang bertahan di Bali. Namun saat ini akan berubah karena repatriasi tersebut. Selama ini mereka masih duduk nongkrong di kafe, di warung, belanja di minimarket dan sebagainya. Namun jangan takut, pariwisata Bali akan pulih secepatnya.

See also  Bupati Adi Arnawa Wisuda Angkatan I Lansia Werdha Winangun Urip Desa Dalung

Penulis|Axelle Dhae|Editor|Christovao

(Visited 26 times, 1 visits today)