Bendungan Rotiklot Di Belu Akan Segera Diresmikan Presiden Joko Widodo

0
769

Atambua, Fajarbadung.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menyelesaikan pembangunan Bendungan Rotiklot yang terletak di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak akhir tahun 2018 yang lalu. Bahkan bendungan dengan kapasitas 3.3 juta m3 ini juga sudah dilakukan pengisian (impounding) sejak Desember 2018.

Direncanakan pada hari ini, Senin siang (20/05/2019) Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo sendiri yang akan melakukan peresmian Bendungan yang berada dengan Perbatasan RI-RDTL.

Sesuai rencana pula saat peresmian, Presiden Jokowi beserta rombongan akan menabur 200.000 benih ikan berupa ikan nila, ikan mujair, dan ikan karper. Selain itu akan dilakukan penanaman pohon flamboyan, pohon kelor, pohon juwet, pohon pule, dan pohon beringin untuk penghijauan disekitar area Bendungan Rotiklot.

See also  KSP : Masyarakat Merasa Bantuan Pangan dari Presiden Jokowi Layak Diapresiasi

Untuk diketahui bahwa bendungan Rotiklot merupakan salah satu dari 49 bendungan baru yang dibangun pada periode 2015-2019. Groundbreaking (peletakan batu pertama) Bendungan ini dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 28 Desember 2015.

Pembangunan bendungan Rotiklot yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dikerjakan oleh PT. Nindya Karya (Persero) PT. Universal Suryaprima (KSO) menggunakan dana dan’ APBN senilai Rp 496 miliar.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain. “Kunci kemajuan di NTT adalah air. Ketersediaan air dibutuhkan untuk air minum, pertanian, peternakan dan Iainnya,” kata Menteri Basuki beberapa waktu Ialu.

See also  KSP : Presiden Selalu Dengarkan Suara Buruh

Di NTT, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah menyelesaikan dua bendungan yakni Bendungan Raknamo dan Rotiklot. Lima bendungan Iainnya akan/sedang dibangun yakni Bendungan Napun Gete, Mbay, Temef, Welekis dan Manikin.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena air nya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” ujar Menteri Basuki.

Manfaat Bendungan Rotiklot ini adalah untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat dan kegiatan Pelabuhan Atapupu sebesar 40 liter/detik, suplai irigasi seluas 149 hektar, dan pariwisata.

Dikatakan Bendungan Rotiklot juga berfungsi mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Belu yang memiliki musim hujan singkat yakni sekitar 3 bulan namun intensitasnya tinggi. (Ronny)

(Visited 27 times, 1 visits today)