Ubud Food Festival Jadi Ruang Promosi Kuliner Lokal dan Penguatan Spiritualitas Pangan

0
30
FOTO : Suasana konferensi pers di Denpasar, Rabu (13/5/2026).

DENPASAR, Fajarbadung.com – Ubud Food Festival tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner, tetapi juga ruang memperkuat nilai budaya, spiritualitas pangan, dan penghormatan terhadap petani serta alam sebagai sumber kehidupan masyarakat Bali.

Pendiri Yayasan Mudra Swari Saraswati, Ketut Suardana saat konferensi pers di Denpasar, Rabu (13/5/2026) mengatakan makanan dalam tradisi Nusantara, khususnya Bali, memiliki makna spiritual yang sangat kuat dan tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan konsumsi semata.

“Makanan itu adalah persembahan. Bukan hanya soal rasa, tetapi ada nilai spiritualitas di dalamnya,” ujar Ketut Suardana.

Menurutnya, kekayaan alam Nusantara telah melahirkan tradisi kuliner yang erat dengan budaya dan kehidupan masyarakat sejak dahulu. Karena itu, penyelenggaraan Ubud Food Festival juga menjadi momentum untuk mengangkat filosofi pangan lokal kepada dunia internasional.

See also  Rayakan Liburan Tahun Baru Imlek bersama Keluarga, 100 Jaringan Hotel Archipelago Tawarkan Diskon Kamar Hingga 25 %

Ia menjelaskan para chef yang terlibat dalam festival diharapkan tidak hanya menghadirkan cita rasa modern dan kontemporer, tetapi juga tetap menjaga akar budaya dan tradisi dalam setiap sajian makanan.

“Chef-chef kita lahir dari kekayaan spiritualitas Nusantara. Mereka memasak bukan hanya untuk rasa, tetapi juga untuk jiwa,” katanya.

Ketut Suardana menilai perkembangan kuliner modern harus tetap dibarengi upaya menjaga identitas budaya, tradisi, serta penghormatan terhadap alam dan petani sebagai penghasil pangan.

Menurutnya, konsep tersebut sejalan dengan semangat Sat Kerthi Loka Bali yang menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan alam dan lingkungan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk semakin menghargai hasil pertanian lokal serta menjaga keberlanjutan sumber pangan melalui pola konsumsi yang lebih sadar lingkungan.
Selain itu, Ubud Food Festival dinilai menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan kuliner Indonesia ke panggung internasional sekaligus memperkuat posisi Ubud sebagai pusat wisata budaya dan gastronomi dunia.

See also  Jegeg Bagus Buleleng 2025: Panggung Kreativitas Generasi Muda dalam Balutan Budaya Lokal

“Dari makanan, manusia hidup dan kembali kepada alam. Karena itu kita harus memuliakan petani dan menjaga alam sebagai sumber kehidupan,” ujarnya.

Melalui festival tersebut, diharapkan promosi kuliner Indonesia tidak hanya menghadirkan pengalaman rasa, tetapi juga memperkenalkan nilai budaya dan spiritualitas Nusantara kepada wisatawan dunia.(FB06)

(Visited 4 times, 2 visits today)