Antisipasi Kelangkaan dan Gejolak Harga, Dinas Pertanian dan Pangan Badung Sebar Ribuan Bibit Cabai

0
405
FOTO : Kadistan dan Pangan I Wayan Wijana saat menyerahkan ribuan bibit cabai dan sarana pertanian di subak Sedana Winangun, Desa Belok Sidan, Petang, Kamis (9/9).(tim)

PETANG, The East Indonesia – Memasuki musim penghujan dan menyongsong tahun baru, masyarakat seringkali dihadapkan pada permasalahan kenaikan harga dan kelangkaan cabai. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah pusat melalui Kementan menggelontor program Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai) di Kabupaten Badung, melalui Gertam cabai ini diharapkan dapat meningkatkan luas tanam dan produksi serta kesejahteraan petani cabai.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana,S.Sos, Msi mengungkapkan hal itu usai melakukan sosialisasi program Gertam Cabai dan penyerahan bantuan ribuan bibit cabai dan sarana pertanian di subak Sedana Winangun, Desa Belok Sidan, Petang, Kamis (9/9).

Menurut Wijana, benih cabai yang disebar sebanyak 160 ribu pohon dan diharapkan mulai produksi sekitar bulan Januari 2022 meskipun demikian, saat ini pihaknya belum mampu memenuhi kebutuhan cabai yang setiap tahun terus meningkat. Sesuai data neraca pangan, kebutuhan cabai di Kabupaten Badung tahun 2020 mencapai sekitar 1.447 ton sedangkan produksi hanya mencapai 3.890 kwintal kekurangannya dipasok dari luar kabupaten.

See also  Bupati Giri Prasta Apresiasi Launching SAMSAT KERTI’, Samsat Drive Thru, Samsat Drive Thru Ditlantas dan Inovasi SKCK Drive Thru Dit Intelkam Bali

Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan luas tanam dan produktivitas cabai diantaranya melalui program pengembangan tanaman hortikultura yang dibiayai dari APBD II, bantuan provinsi maupun kegiatan Kampung Cabai dari Kementerian Pertanian. Disamping itu, pihaknya juga merancang program Masyarakat Tanam Cabai (Matanabe) dan Siswa Belajar Bertani (Sibertani) untuk mendorong masyarakat agar bisa memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam cabai minimal untuk kebutuhan rumah tangga terutama saat harga cabai dipasaran sedang mahal.**

Sumber|Humas|Editor|Christovao

(Visited 7 times, 1 visits today)
See also  Perekonomian Bali Stabil di Tahun 2019