MANGUPURA, Fajarbadung.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung kembali berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran (TA) 2025. Raihan ini menjadi prestasi yang berhasil dipertahankan Pemkab Badung selama 12 kali berturut-turut.
Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Gede Aryanta, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Menurut legislator dari Fraksi Gerindra ini, capaian itu membuktikan adanya komitmen kuat terhadap tata kelola keuangan daerah yang akuntabel dan transparan.
Meski demikian, Aryanta menegaskan bahwa penilaian laporan keuangan yang baik secara administrasi juga harus berbanding lurus dengan kondisi riil di lapangan.
“WTP bukanlah tujuan akhir pembangunan daerah. WTP merupakan indikator bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi, tetapi belum otomatis mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat,” ujar Gede Aryanta di Mangupura, Rabu (10/6/2026).
Politisi asal Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara ini menambahkan, indikator keberhasilan pembangunan daerah yang sesungguhnya diukur dari sejauh mana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mampu mendongkrak kualitas hidup masyarakat.
Beberapa tolok ukur yang ia soroti antara lain: Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, Peningkatan pendapatan masyarakat, Perbaikan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, Penyediaan rumah layak huni, dan Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Badung.
Mengingat Badung memiliki kapasitas fiskal yang sangat kuat, Aryanta mengingatkan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat nyata.
Ia meminta Pemkab Badung tidak hanya fokus mempertahankan opini WTP, tetapi juga menuntaskan seluruh rekomendasi BPK, meningkatkan efektivitas belanja, serta memperkuat pengawasan untuk mencegah kebocoran anggaran.
“Masyarakat pada akhirnya tidak hanya menilai berapa kali pemerintah meraih WTP, tetapi juga merasakan secara langsung apakah hidup mereka semakin sejahtera dari tahun ke tahun,” pungkasnya.***


















