Siapkan 8 Hal ini Agar Lebaran Tetap Syahdu Meskipun Pandemi

0
363

DENPASAR, FAJARBADUNG – Lebaran tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya memiliki banyak perbedaan. Pandemi yang belum benar-benar berakhir memaksa kita mengubah cara merayakan Idulfitri. Lalu, persiapan lebaran di tengah pandemi seperti apa agar tetap syahdu?

Malam takbiran biasanya menjadi momen yang sangat dinantikan. Semua umat Islam menyambut datangnya hari raya dengan suka cita. Membersihkan rumah dan menyambut keluarga pulang dari perantauan. Namun lebaran saat pandemi berbeda. Ada beberapa hal yang harus tetap dilakukan agar terasa syahdu.

8 Tips Persiapan Lebaran di Rumah Ketika Pandemi Tak Kunjung Usai

Dua tahun selama pandemi memaksa seluruh orang untuk mengubah banyak kebiasaan. Jika sebelumnya cara menyambut dan merayakan lebaran dengan hiruk pikuk kemeriahan. Berkumpul, takbir keliling bersama rombongan dan paginya sholat berjamaah serta silaturahmi, sekarang semua harus dibatasi.

Umat Islam tentu tidak mau kehilangan momen, meskipun lebaran di tengah pandemi suasananya tidak sama. Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya membaik, Anda dapat melakukan beberapa hal agar Idulfitri tetap terasa syahdu. Apa saja kira-kira?

1.Mendesain Ruang Tamu

Ruang tamu merupakan bagian yang paling utama untuk berkumpul selama lebaran. Aneka hidangan pun tersaji. Sanak saudara dan famili berkumpul bersama, saling berjabat tangan dan memaafkan. Namun tahun ini kita masih harus membatasinya. Mungkin yang bisa berkumpul hanya keluarga inti saja.

Meski demikian, tidak ada salahnya jika Anda mendesain ruang tamu dengan nuansa lebaran. Pasang gambar atau lampion dalam bentuk ketupat dan ka’bah bisa menjadi pilihan. Jangan lupa juga untuk memasang tulisan menyambut Idulfitri.

See also  KSP Menyesalkan Perlakuan Rasisme Dalam Liga 3 Indonesia

2.Memasak Menu Khas

Lebaran identik dengan ketupat dan opor. Siapkan menu ini untuk anggota keluarga inti. Menikmatinya bersama setelah menjalankan shalat Idulfitri akan menjadi momen yang indah.

Jika di tahun-tahun sebelumnya Anda melakukan open house dan menikmati menu istimewa ini bersama keluarga, namun tahun ini tetap belum bisa. Bukan masalah, momen kebersamaan dengan tetangga atau kerabat dan menikmati menu andalan dapat diulang pada tahun berikutnya setelah Covid berlalu.

3.Membuat Kue Lebaran

Momen Idulfitri tidak lengkap tanpa kue-kue yang khas. Nastar, kastengel, putri salju, kue kacang sering mendapat julukan kue lebaran karena menjadi hidangan di momen tersebut. Hampir semua keluarga menyediakannya.

Kali ini meski hanya untuk dinikmati bersama keluarga, tidak ada salahnya Anda membuat dan menyiapkannya untuk momen lebaran. Bahkan Anda bisa mengirimkannya kepada sanak saudara sebagai hampers.

4.Berbagi Hampers

Nah, ini tradisi yang sudah berjalan cukup lama juga. Tidak lengkap rasanya lebaran tanpa berbagi hampers. Dulu, isian hampers selalu monoton, berupa makanan. Sekarang variasinya sudah berkembang. Hampers tidak harus berwujud makanan.

Anda dapat menyediakan dalam bentuk lain. Jilbab, set coffee cup, bahkan tanaman. Yang terpenting adalah Anda ikhlas memberikannya dan menjadikan hal tersebut sebagai ajang silaturahmi.

See also  Moeldoko : Waktunya yang Muda Jadi Pemimpin

5.Silaturahmi Virtual

Persiapan lebaran di tengah pandemi pasti berbeda, begitu juga untuk urusan silaturahmi. Sedih sekali membayangkan lebaran saat pandemi belum bisa bersilaturahmi secara bebas. Namun Anda harus mematuhi, karena hal ini untuk kepentingan bersama. Sebagai ganti, dapat melakukan silaturahmi virtual.

Gunakan fasilitas internet untuk menelepon, video call atau Zoom bersama keluarga besar. Meski dengan cara yang berbeda, namun tujuan silaturahmi untuk saling memaafkan dan mempererat persaudaraan harus tetap berjalan.

6.Sediakan Sarana Prokes

Anda tetap harus menyediakan sarana prokes (protokol kesehatan) di rumah, khususnya ruang tamu. Tempat mencuci tangan berikut sabun, hand sanitizer dan masker. Bisa saja tetap ada tamu yang datang ke rumah dan Anda tidak bisa menolaknya.

Untuk itu lebih baik menyediakan proteksi yang dapat Anda lakukan. Dengan menyediakan perlengkapan tersebut dan mempersilahkan tamu yang datang untuk menggunakan,  sudah berusaha  menjaga keluarga dari virus yang mungkin ada.

7.Takbiran di Rumah Saja

Mengumandangkan takbir bersama di masjid, mushola, atau berkeliling kampung bersama umat Muslim lain pasti menjadi momen yang ditunggu setiap malam Idulfitri. Namun kali ini sepertinya Anda masih harus membatasi. Berkumpul untuk melantunkan takbir sebaiknya dihindari.

Sebagai ganti, Anda dapat melakukan takbir di rumah saja. Ajak semua anggota keluarga dan tinggalkan sejenak rutinitas yang sedang berlangsung. Mengumandangkan takbir dari mana saja, semua sama. Yang terpenting makna dari takbir untuk mengagungkan asma Allah dapat dilaksanakan.

See also  Penandatanganan PKS Revitalisasi Sekolah: Komitmen Pemerintah Wujudkan Sekolah Aman

8.Menyiapkan Baju Lebaran

Di Indonesia, sudah menjadi tradisi untuk menyiapkan baju lebaran bagi seluruh anggota keluarga. Meski tidak kemana-mana, Anda tetap dapat melakukannya. Persiapkan baju lebaran untuk seluruh anggota keluarga dari sekarang.

Semua anggota keluarga dapat mengenakannya sebelum melaksanakan shalat Idulfitri. Tidak ada salahnya menyiapkan dan menyambut lebaran seperti biasanya meski kondisi berbeda.

Sayangnya mencari baju lebaran ke toko juga cukup berisiko. Sedangkan jika memesan pada penjahit langganan belum tentu masih menerima order. Sebagai solusi, Anda dapat memesannya di online shop ternama, seperti Blibli. Seller Blibli selalu menyediakan berbagai keperluan termasuk koleksi baju lebaran yang berkualitas.

Anda dan keluarga dapat memilih sesuai selera. Bahkan banyak yang menyediakan dalam satu paket untuk ayah, bunda dan anak-anak. Membeli baju lebaran di tengah pandemi secara online merupakan pilihan yang tepat. Persiapan momen lebaran di rumah akan tetap terasa syahdu di tengah pandemi yang belum berakhir.

Persiapan lebaran di tengah pandemi tentu berbeda dengan sebelumnya. Namun untuk menghadirkan rasa syahdu menyambut hari yang suci tidak ada salahnya tetap melakukan beberapa hal yang sebelumnya menjadi kebiasaan keluarga, seperti mengenakan baju baru.***

 

(Visited 14 times, 1 visits today)