Beras C-Par Jadi Model Pemberdayaan Petani di Badung

0
565

MANGUPURA, Fajarbadung.com – Beras C-Par akhirnya diluncurkan di Kabupaten Badung beberapa hari lalu. Beras C-Par yang diproduksi PT Padi Alam Semesta (PT PAS) tersebut diluncurkan oleh Ketua DPRD Badung Putu Parwata selaku owner PT PAS. Di hadapan awak media, Parwata mengaku jika ia ingin membuat beberapa program untuk kepentingan masyarakat banyak. “Saya telah melakukan launching untuk beras C-Par. Nama beras C-Par adalah hasil dari pertanian masyarakat Badung. Beras ini memiliki kualitas yang baik dari hasil uji coba yang kita lakukan, pertama, bahwa petani sudah merasakan pendapatannya naik 100% dari 1 hektar hasilnya menjadi 6 ton sekarang sudah bisa 11 sampai dengan 12 ton per hektarnya. Jadi ini berarti peningkatan produksi oleh petani,” ujarnya.

Oleh karena hasilnya meningkat atau produksinya meningkat maka berasnya kita olah sehingga olahan beras ini berkualitas tapi harganya murah. Harga sekarang ini menjadi 8800/ kg dan ini dijamin kualitasnya. Beras ini diolah di bawah dari naungan badan pangan PT PAS. PT PAS ini milik petani yang bergabung, jadi mitra PT PAS. Saat ini jumlah petani di Badung sebanyak 37.000 KK kurang lebih 260.000 jiwa. Nilai tambah yang didapat oleh petani yang kami sedang skenariokan yaitu petani jika dia bermitra dengan PT PAS makan akan menghasilkan produksi padinya naik terus. Petani mendapatkan 5 jaminan sosial yang akan dirintis atau yang akan difasilitasi oleh PT PAS. Jaminan itu antara lain jaminan kesehatan, mendapatkan jaminan hari tua, asuransi kecelakaan kerja, asuransi tenaga kerja dan beasiswa untuk anaknya. Dan ini semuanya ditanggung penuh oleh PT PAS. Ini adalah skenario bagaimana memperdayakan petani, bagaimana mendorong petani semangat bekerja, hasilnya sudah naik, pendapatan yang meningkat, jaminan sosialnya dijamin oleh PT PAS.

See also  Terima Audiensi Panitia HUT ke-70 MGPSSR, Bupati Giri Prasta Siap Mendukung Kegiatan Semeton Pasek

Melalui PT PAS, Parwata ingin menjadikan petani sebagai pemilik perusahaan. Petani adalah rekan kerja dari PT PAS. Ini bukan lagi teori semata. PT PAS sudah memproduksi pupuk yang namanya Pupuk Parwata. Hasil uji coba menunjukkan bahwa, produksi padi naik 100%. Jika sebelumnya dalam satu hektar hanya menghasilkan 6 ton maka kini setelah menggunakan Pupuk Parwata, hasilnya naik 100%. “Dalam satu hektar, yang sebelumnya hanya 6 ton, sekarang naik, yang terbaik sampai 13 ton, yang terjelek 11 ton. Saya rata-ratakan naik 100% yakni 12 ton per hektar. Jadi produksinya naik 100%. Saya sudah membuktikan, saya sudah demplot. Hasilnya naik 100%,” ujarnya.

Parwata juga menjawab pertanyaan banyak orang soal teori yang akan menjual padi dengan harga murah. Bila produksi naik 100% maka biaya produksi juga pasti naik. “Betul, biaya produksi memang naik, tetapi hanya mencapai sekitar 15 sampai 20%,” ujarnya. Ia mengatakan, anggap saja biaya produksi naik sampai 20% maka petani tetap Untung sebab hasil produksi petani naik 100%. Artinya, masih ada 80% persen keuntungan petani yang harus dinikmati. Itulah sebabnya, petani bisa jual gabah dengan harga Rp 3 ribu perkilo tetap Untung banyak. Sebab PT PAS siap menampung seluruh gabah petani padi di Badung. Beras dari PT PAS akan dijual murah ke masyarakat dengan harga Rp 8800 perkilogram. “Ini adalah beras dengan merk dagang C-Par. Sebab beras ini khusus dibeli oleh PT PAS, dari petani yang sudah menjadi anggota atau rekan PT PAS, petani yang dibina oleh PT PAS mulai dari bibit, pupuk hingga panen dan dijual. Intinya petani itu share order. Mereka juga pegawai resmi PT PAS. Jadi ini bukan petani biasa, petani yang sudah menjadi pegawai resmi PT PAS. Makanya berasnya dinamakan C-Par,” ujarnya.

See also  Entry Meeting BPK Atas LKPD, Bupati Giri Prasta : “OPD Sudah Bekerja Maksimal, Kualitasnya Di Tingkatkan Lagi”

Petani yang sudah menjadi mitra PT PAS bukan lagi menjadi petani biasa. Mereka juga memiliki jaminan sosial layaknya pegawai pemerintah atau karyawan BUMN. Petani yang sudah menjadi mitra PT PAS akan memiliki jaminan hari tua, jaminan kecelakaan, kematian, kesehatan dan pendidikan atau beasiswa. “Pasti orang berpikir bahwa ini gila. Dari mana dapat uang,” ujarnya. Parwata menjelaskan, jika jaminan itu diperoleh dari hasil keuntungan perusahaan PT PAS. Sebagian keuntungan akan di-save untuk berbagai jaminan sosial. Jika produksi atau hasilnya naik 100% maka sudah jelas banyak untungnya. Keuntungan ini akan dinikmati bersama-sama secara merata baik oleh para petani maupun PT PAS. Dengan pola kerja dan mekanisme yang diterapkan maka hasilnya pasti menguntungkan. Pupuk yang berkualitas. Bibit yang unggul. Semuanya dibina oleh PT PAS.(cv/ad)

(Visited 10 times, 1 visits today)