Jembrana Jadi Lokasi Pelabuhan Perikanan Ikonik, Libatkan UMKM dan Masyarakat Lokal

0
304
FOTO : Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, saat sosialisasi rencana pembangunan PPN di Kantor Gubernur Bali, Kamis (24/7/2025).

DENPASAR, Fajarbadung.com – kementian kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini tengah menyusun rencana pengembangan pelabuhan perikanan Nusantara (PPN), Pengambengan di Jembrana, bali. Proyek ini digadang-gadang akan menjadi ikon nasional yang dapat dijadikan contoh untuk wilayah lain di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, saat sosialisasi rencana pembangunan PPN di Kantor Gubernur Bali, Kamis (24/7/2025).

Didit menjelaskan, alasan memilih lokasi PPN Pengambengan berdasarkan hasil survei, dan Jembrana juga dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan pelabuhan perikanan.

“Dari hasil survei yang kami lakukan, lokasi terbaik untuk pelaksanaan kegiatan ini adalah di Jembrana. Ujar Didit saat ditemui dikantor gubernur Bali kamis, 24/7/2025.

See also  Peringatan HUT ke 418 Kota Singaraja, Pemkab Buleleng Luncurkan Aplikasi Pan-G Denbukit

Pembangunan pelabuhan direncanakan akan mulai digarap pada November 2025, dan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga tahun dengan total anggaran 1,2 triliun. Proyek ini akan berdiri di atas lahan seluas sekitar 85 hektare, termasuk area reklamasi.

Dalam pelabuhan ini nantinya akan dibangun berbagai fasilitas pendukung industri perikanan, antara lain pelabuhan tangkap, fasilitas pengolahan hasil laut, cold storage, dermaga, area docking dan perbaikan kapal, pasar modern, serta sentra kuliner.

Tak hanya itu, pembangunan pelabuhan ini juga dirancang untuk memberdayakan masyarakat setempat secara luas.

“Kami melibatkan UMKM, masyarakat lokal, dan pelaku usaha lainnya dalam pengembangan kawasan ini. Tidak mungkin kami kerja sendiri,” tambah Didit

See also  Sudah Setahun Mesin RDF bantuan PT WGS di TPA Peh Desa Kaliakah Tidak Beroperasi

Proyek ini ditargetkan akan menyerap hingga 25 ribu tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung. Pemerintah berharap pelabuhan ini tidak hanya mendorong sektor perikanan, tetapi juga memperkuat perekonomian daerah melalui pelibatan aktif masyarakat.(FB007)

(Visited 8 times, 1 visits today)