Kemendikdasmen Dorong Penguatan Kompetensi Guru Vokasi Hadapi Industri 4.0 dan Kecerdasan Buatan

0
122
Foto : Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat.

CIMAHI, Fajarbadung.com — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas guru dan pendidikan vokasi agar mampu menjawab tuntutan era Industri 4.0 dan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Internasional “Reshaping TVET Teacher Competence in the Era of Industry 4.0 and Artificial Intelligence” di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI), Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (18/11).

Dalam paparannya, Wamen Atip menyampaikan empat strategi utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam meningkatkan kualitas lulusan dan tenaga pendidik vokasi. Strategi tersebut mencakup penyelarasan kurikulum, transformasi digital pembelajaran, penguatan sumber daya manusia, serta perluasan kemitraan multisektor, baik nasional maupun internasional.

“Kurikulum vokasi harus adaptif, relevan, dan terintegrasi. Quality assurance dan curriculum alignment adalah kunci agar lulusan kita mampu bersaing, termasuk di pasar kerja global,” ujar Wamen Atip.

See also  Mahasiswa di Wuhan Aman dan Sehat, Mendikbud Imbau Tetap Tenang dan Jaga Kesehatan

Wamen Atip juga menyoroti tantangan yang dihadapi lulusan SMK Indonesia, terutama terkait pengakuan kompetensi di negara tujuan kerja serta kemampuan bahasa Inggris yang masih kalah bersaing dibandingkan lulusan negara lain. “Tantangan utama lulusan vokasi kita adalah tingkat keterampilan yang belum sepenuhnya direkognisi negara tujuan dan kemampuan bahasa,” ujarnya.

Kemendikdasmen terus mendorong inovasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital agar pendidikan vokasi semakin relevan dengan kebutuhan industri. “Kami memperluas akses, memperkuat inovasi, dan membangun ekosistem pembelajaran vokasi digital untuk memastikan siswa memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri masa kini,” jelas Wamen Atip.

Wamen Atip turut memaparkan skala ekosistem pendidikan vokasi Indonesia yang sangat besar, dengan 2.310 SMK, satu juta siswa vokasi, 975 mitra industri, dan tujuh balai pelatihan yang mendukung peningkatan kompetensi guru serta relevansi pembelajaran.

See also  Pangdam XII/Tpr Terima Kunjungan Timbal Balas Panglima Medan Timur TDM

Program revitalisasi satuan pendidikan yang tengah berjalan juga memberikan dampak ekonomi signifikan. Revitalisasi ini menghasilkan efek yang berganda, antara lain menyerap tenaga kerja hingga 29 ribu orang, serta melibatkan hampir 6 ribu UMKM di seluruh Indonesia.

Selain itu, Kemendikdasmen mengembangkan berbagai program inovatif seperti pembelajaran jarak jauh untuk wilayah 3T, penyediaan community learning center bagi anak Pekerja Migran Indonesia, pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas, serta program literasi untuk pembelajar dewasa.

Pada kesempatan tersebut, Wamen Atip juga menekankan pentingnya memandang AI sebagai alat bantu, bukan ancaman bagi dunia pendidikan. “ Artificial intelligence bukan segalanya. AI adalah alat untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas kita. Superkomputer sejati adalah otak manusia,” tegasnya.

See also  KSP Dorong Percepatan Pencairan Dana PNBP Fasilitas Kesehatan TNI

Ia menegaskan bahwa penguatan kompetensi guru, pembelajaran kontekstual, micro-credential, serta budaya belajar sepanjang hayat menjadi fondasi masa depan pendidikan vokasi Indonesia.

Menutup paparannya, Wamen Atip kembali menekankan pentingnya kualitas sebagai fondasi utama pembangunan pendidikan. “ Quality is everything . Mandat konstitusi kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan bermutu untuk semua,” pungkasnya.(*)

(Visited 7 times, 1 visits today)