Wayan Sandra Apresiasi Program Transmigrasi Dinilai Berpeluang Besar Sejahterakan Krama Bali

0
155
Foto : Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Badung, Wayan Sandra.

MANGUPURA, Fajarbadung.com – Terkait Program transmigrasi yang kembali digulirkan Pemerintah Pusat ternyata mendapat respons positif dari Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung, Wayan Sandra.

Salah satu Anggota Dewan paling lama di DPRD Badung ini menegaskan bahwa program tersebut tidak mengancam pelestarian adat dan budaya Bali, bahkan dinilai mampu menjadi jalan baru untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Bukan mengancam pelestarian adat dan budaya Bali, program transmigrasi justru mampu mengangkat harkat ekonomi krama Bali yang mengikuti program tersebut,” kata politisi PDI Perjuangan dari Dapil Kuta Utara itu, saat dikonfirmasi awak media di Kabupaten Badung, Jumat, (5/12/2025).

Menurutnya, kondisi petani di Bali saat ini sebagian besar hanya menggarap lahan dibawah 30 are. Dengan panen yang hanya terjadi tiga bulan sekali, pendapatan yang diperoleh dinilai sangat kecil dan tidak cukup untuk menopang kebutuhan keluarga secara layak.

See also  Bagus Alit Sucipta: Latihan Kesiapsiagaan Penting untuk Kurangi Risiko Korban Bencana Alam

Wayan Sandra menjelaskan, pemerintah memberikan fasilitas melalui program transmigrasi berupa lahan siap tanam maupun yang perlu diolah, rumah bagi peserta, hingga bantuan biaya hidup sebelum mampu mandiri.

Dengan luas lahan mencapai dua hektar, ia meyakini warga Bali perantau dapat menjadi lebih sejahtera karena dikenal ulet dan tekun dalam bekerja, terutama di sektor pertanian.

Wayan Sandra menyampaikan contoh nyata kesuksesan sejumlah kerabatnya dari Canggu yang bertransmigrasi ke Luwuk, Sulawesi Selatan. Selain berhasil di sektor pertanian, sebagian lainnya bahkan berkembang menjadi saudagar, pengelola transportasi, hingga penyedia jasa pertanian seperti traktor.

“Dengan upaya seperti ini, krama Bali di lokasi transmigrasi dipastikan bisa sejahtera,” tegasnya.

See also  Wujud Nyata Pemerintah Ringankan 83 Ribu Beban Krama, Pemkab Badung Kembali Beri Bantuan Hari Raya Galungan

Terkait kekhawatiran transmigrasi akan mengancam keberlangsungan adat dan budaya Bali, Sandra menampiknya. Ia menilai, adat justru berpotensi berkembang di wilayah baru sembari tetap lestari di tanah kelahiran. “Hal ini karena krama Bali yang di Bali tetap mengajegkan adat dan budaya Bali tersebut,” paparnya.

Wayan Sandra Sandra juga menyinggung program Nyoman dan Ketut yang tengah digagas Pemprov Bali sebagai langkah mempertahankan populasi masyarakat Bali dan menjaga keberlanjutan tradisi serta adat keturunan.(tim)

(Visited 7 times, 1 visits today)