Hardiknas di Kalteng, Pemda Luncurkan Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar, Kapal Pengangkut Guru Pesisir

0
41
FOTO : Peringatan Hardiknsa 2026.

KAPUAS, Fajarbadung.com – Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, berlangsung dengan meriah. Peringatan tahun ini tidak berhenti pada seremoni. Pemerintah memanfaatkannya sebagai momentum memperkuat akses pendidikan, terutama bagi wilayah pesisir yang selama ini sulit dijangkau. Caranya dengan meluncurkan Program Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar melalui penyediaan Kapal Pengangkut Guru Pesisir.

Pada Sabtu (2/5), sekitar 7.000 peserta terdiri dari pelajar, guru, tenaga kependidikan, hingga unsur pemerintah daerah memadati Stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas. Upacara yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah itu menegaskan pentingnya peran daerah dalam memastikan layanan pendidikan menjangkau seluruh warga.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq dalam arahannya menekankan, Hardiknas harus dimaknai sebagai titik konsolidasi, bukan sekadar agenda tahunan. “Tidak boleh ada satu pun anak di Kapuas yang tertinggal. Pendidikan harus menjadi jalan mobilitas sosial dan kemajuan daerah,” ujarnya.

See also  Tingkatkan Program Keahlian Pemasaran, Kemendikdasmen Luncurkan Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas

Pernyataan itu berangkat dari kondisi riil pendidikan di Kapuas. Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) daerah ini tercatat 64,71 atau berada pada kategori “Tuntas Muda” artinya, capaian layanan dasar sudah berada di jalur yang benar, tetapi masih memerlukan percepatan, terutama pada aspek literasi, numerasi, dan kualitas pembelajaran.

Selepas upacara, pemerintah daerah bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Program Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar. Program ini menitikberatkan pada penggunaan data sebagai dasar kebijakan, sekaligus memperkuat intervensi pada sekolah-sekolah dengan capaian rendah.

Simbol konkret dari upaya memperluas akses itu tampak beberapa jam kemudian. Di kawasan kafe terapung di tepian Sungai Kapuas, pemerintah menyediakan kapal pengangkut guru pesisir. Kapal ini dirancang untuk mengantar para guru menuju sekolah-sekolah di wilayah yang sulit dijangkau jalur darat.

See also  Dukung Ciptakan SDM Unggul, PWI Pusat dan Universitas Sahid Jakarta Jalin Kerja Sama

Kapal tersebut, yang telah diuji coba selama dua pekan, diharapkan menjadi solusi atas kendala distribusi tenaga pendidik di wilayah perairan. Peluncuran dilakukan secara simbolis dengan pengibaran bendera oleh wakil menteri bersama pemerintah daerah.

“Ini bukan sekadar kapal. Ini adalah jembatan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah pesisir. Negara harus memastikan guru bisa hadir di mana pun anak-anak berada,” ujar Wamen Fajar.

Menurutnya, tantangan geografis seperti di Kapuas tidak boleh menjadi alasan stagnasi layanan pendidikan. “Kalau aksesnya sulit, maka kebijakannya harus adaptif. Pendidikan tidak boleh menunggu kondisi ideal,” katanya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti tantangan struktural yang masih dihadapi daerah, mulai dari pemanfaatan data yang belum optimal hingga perencanaan sekolah yang masih bersifat administratif.

“Tanpa perencanaan berbasis data, peningkatan mutu akan berjalan lambat dan tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Hardiknas di Kapuas tahun ini memperlihatkan arah baru pendidikan yang tak lagi hanya membicarakan kebijakan namun telah teruji dan berdampak. Dari lapangan upacara hingga peluncuran kapal guru, pesan yang ingin ditegaskan sederhana namun mendasar yakni pemerataan pendidikan memerlukan keberanian untuk menjangkau yang selama ini tertinggal.

See also  Lantik Pejabat Fungsional: Mendikdasmen Imbau Pejabat Berikan Layanan Pendidikan Bermutu dan RAMAH

“Transformasi pendidikan tidak bisa parsial. Ini kerja kolektif pemerintah, guru, dan masyarakat. Dan kita harus bergerak lebih cepat,” pungkas Wamen Fajar.(*)

(Visited 3 times, 3 visits today)