Sempat Keluar Rumah Tanpa Tujuan, Lansia 80 Tahun Ditemukan Tewas di Laut Benoa

0
37
Petugas mengevakuasi jenazah lansia yang ditemukan mengapung di perairan Benoa. (Foto/Ist)

KUTA, Fajarbadung.com – Seorang pria bernama I Wayan Dapet (80) ditemukan meninggal di perairan kawasan Banjar Terora, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, pada Minggu (5/7) pukul 10.00 WITA. Korban diketahui memiliki keterbelakangan mental.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, saksi I Wayan Suwutra melihat Dapet berjalan keluar rumah pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 15.00 Wita. “Korban berjalan keluar tanpa diketahui tujuannya,” ujar Iptu Adi, Senin (6/7).

Keesokan harinya, seorang saksi lainnya bernama I Ketut Suata melihat sesosok tubuh mengapung di laut. Posisinya berjarak 40 meter dari bibir pantai, depan Hotel Peninsula. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Benoa.

See also  Jaksa Dinilai Abaikan Rasionalitas Hukum, Tuntut Widiani 4,5 Tahun Penjara

Informasi pun diteruskan kepada personel Satpolairud Polresta Denpasar yang saat itu tengah melaksanakan operasi pencarian terbatas bersama Basarnas di kawasan Pantai Green Bowl. “Mendapat laporan tersebut, personel Satpolairud bersama Basarnas dan Balawista segera bergerak menuju lokasi menggunakan jet ski untuk melakukan pengecekan,” tambahnya.

Saat tiba di titik yang dimaksud, petugas menemukan korban tewas dalam posisi tengkurap. Tangan kanan Dalet diketahui tersangkut pada pelampung yang biasa digunakan sebagai tambatan jukung.

Petugas lantas mengevakuasi jasad lansia itu ke tepian pantai. Sejumlah warga yang berada di lokasi langsung mengenalinya sebagai warga Banjar Pande. Pihak keluarga pun segera dihubungi dan setelah tiba di lokasi memastikan identitas korban.

See also  Sempat Alot, Eksekusi Lahan Perumahan Bali Residence C19 Berlangsung Lancar

Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka untuk menjalani prosesi adat dan keagamaan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban telah lama mengalami keterbelakangan mental dan memiliki kebiasaan keluar rumah seorang diri.

“Korban disebut hampir setiap hari berjalan kaki tanpa tujuan, sehingga sering ditemukan warga dan diantar pulang,” tuturnya. Keluarga menyatakan telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan memastikan tidak ada dugaan tindak pidana dalam kematian Dapet.

Mereka juga memilih tidak membuat laporan polisi maupun menuntut pihak mana pun, serta telah memperkuat pernyataan tersebut melalui surat pernyataan kepada pihak kepolisian. Polisi pun telah melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi serta berkoordinasi dengan keluarga untuk melengkapi administrasi penanganan peristiwa tersebut.(FB007)

(Visited 3 times, 3 visits today)