Festival Fulan Fehan 2019 Secara Khusus Minta Hujan Basahi Rai Belu

0
691
Festival Fulan Fehan 2019 Secara Khusus Minta Hujan Basahi Rai Belu/fajarbadung.com
Festival Fulan Fehan 2019 Secara Khusus Minta Hujan Basahi Rai Belu/fajarbadung.com

ATAMBUA, Fajarbadung.com – Festival Fulan Fehan (FFF) 2019 Musikal Rai Belu telah sukses digelar secara meriah dan khidmat pada, Senin (28/10/2019).

Diketahui Festival Fulan Fehan merupakan sebuah festival budaya antar dua negara, yaitu negara Indonesia dan Timor Leste yang menampilkan budaya asli orang Timor – Belu dan budaya orang Timor – Timor Leste melalui perpaduan musik dan tarian.

Festival Fulan Fehan juga merupakan program tahunan yang selalu dilaksanakan di Padang Sabana Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.

Pada Festival Fulan Fehan tahun 2019, Musikal Rai Belu ini disutradarai oleh Koreografer bertaraf Internasional, Eko Supriyanto dengan melibatkan 1500 penari.

Karya Musikal Rai Belu adalah nyanyian anak-anak Perbatasan yang bergembira dalam kebersamaan dan menyuarakan Persatuan Indonesia.

See also  Polda Bali Perketat Pengamanan dan Penjagaan Pintu Masuk Kegiatan The 2nd Health Ministerial Meeting (HMM).

Festival Fulan Fehan 2019 menampilkan berbagai jenis musik, tarian dan upacara adat diantaranya tari Anggina (sanggar Loro Oan- Timor Leste), tarian Likurai, tari Bidukikit, tari Antama, Tari Tebe, suling bambu, Tohar, gong, he’u, sangkakala serta 2 tradisi upacara adat.

Ada satu hal unik pada Festival Fulan Fehan 2019 yaitu menampilkan tradisi upacara adat meminta hujan basahi Bumi Rai Belu yang saat ini masih mengalami musim panas berkepanjangan karena saat ini pun para petani di Kabupaten Belu sudah menyiapkan lahan untuk menanam.

Upacara adat mohon turunnya hujan ini dilakukan dalam salah satu rangkaian acara Musikal Rai Belu.

Di Padang Fulan Fehan tepatnya dibawah kaki Gunung Lakaan yang merupakan Gunung tertinggi di Kabupaten Belu, tampak pemimpin ritual adat memegang seekor ayam dan tempat sirih pinang, melakukan proses upacaranya dengan sangat khusyuk dengan mengarah ke empat penjuru mata angin sembari membacakan doa adat dan memercikkan air ke udara.

See also  Hari Kebebasan Pers : Ketua Umum PWI Pusat Desak Negara Selamatkan Demokrasi Lewat Pers yang Sehat

“Atas nama pencipta alam semesta dan leluhur kabulkan lah permohonan kami. Se-izin keempat penjuru mata angin datangkan gumpalan awan diatas langit jadikan bulir-bulir air dan turunkan hujan kepada kami,” begitulah maksud doa yang dilantunkan oleh pemimpin ritual adat dalam penyampaian penerjemah dihadapan para tamu undangan dan ribuan masyarakat yang menonton.

Disaksikan oleh awak media ini, selang beberapa saat usai pelaksanaan ritual memohon turunnya hujan, sebagian awan menutupi teriknya mentari sore dan adanya tiupan angin yang menimbulkan hawa dingin di sekitar lokasi Festival Fulan Fehan.

Pada Festival Fulan Fehan tahun 2019 ini dihadiri pejabat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Staf Ahli Kementerian Dalam Negeri Bidang Aparatur dan Pelayanan Dr. Drs. Yusharto H, M.Pd, Asisten III Bidang Administrasi Umum Prov. NTT Cosmas D Lana ,S.H,M.Si.

See also  Tingkatkan Investasi di Daerah, KSP Dorong Pemda Segera Terbitkan Perda RDTR

Bupati Belu, Willybrodus Lay, Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) Ari Dwi Saputra, Kajari Belu, Alfons Loe Mau, Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Letkol (Inf) Ikhsanudin, S.Sos.,M.M, Perwakilan Kapolres Belu AKBP Christian Tobing, pejabat pemerintah utusan kabupaten/kota se- NTT, pejabat sipil, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan para tokoh pemuda. (Ronny/fb)

(Visited 36 times, 1 visits today)