BPBD Bali Utamakan Pariwisata Aman Bencana

0
447

DENPASAR, Fajarbadung.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinis Bali saat ini sedang mengupayakan dan mengedepankan pariwisata Bali yang aman bencana. Kepala BPBD Bali Made Rentin menjelaskan, Bali sebagai daerah tujuan wisata kelas dunia harus bisa mengedepankan pariwisata yang aman dari bencana alam. Pariwisata yang aman bencana itu bukan berarti Bali ini tidak ada bencana atau potensi bencana tetapi minimal semua turis yang datang ke Bali bisa teredukasi dengan maksimal tentang potensi bencana, sistem dan cara kerja penanggulangan bencana, informasi dan sosialisasi tentang apa yang harus dilakukan bila terjadi bencana seperti gunung meletus, gempa bumi, tsunami, banjir dan sebagainya.

“Bali ini hidup dari pariwisata. BPBD dan seluruh stakeholder terkait perlu menjaga Bali tetap nyaman. Karena turis itu membutuhkan keamanan (security), kenyamanan (safety), kepastian (surety), dan ketenangam atau kedamaian. Dalam konteks kebencanaan di Bali, kita harus mengedepankan apa yang disukai para wisatawan,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (4/1).

See also  Forum Pemuda NTT Bali Berbagi Kasih dan Donor Darah

Ia menegaskan, mengedepankan pariwisata yang aman bencana bukan berarti BPBD Bali bisa mencegah terjadinya bencana. Potensi bencana itu tetap ada tetapi wisatawan butuh kepastian seperti ketersediaan informasi yang memadai, kehadiran petugas di lapangan bilamana terjadi bencana, ketersediaan infrastruktur yang memadai, penguatan kesiapsiagaan bencana, sistem peringatan dini yang komprehensif dan seterusnya. “Turis membutuhkan ini semua. Mereka aman dan nyaman serta pasti,” ujarnya.

Di Bali misalnya, BPBD harus menjamin ini semua tersedia. Kerja keras lintas sektor di Bali terhadap penanggulangan membuat risiko bencana terus menurun.

Hasil rekapitulasi data bencana Provinsi Bali tahun 2019 bersumber dari BPBD Provinsi Bali melalui UPTD. Pengendalian Bencana Daerah (Pusdalops PB) menunjukan trend peristiwa  menurun, dan korban bencana menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selama tahun 2019, BPBD Provinsi Bali mencatat kejadian 1094 kejadian bencana yang didominasi hidrometereologi  seperti kekeringan, banjir, tanah longsor . dengan prosentase 81 % bencana hidrometerelogi dan 19 % geologi. Dari angka tersebut , BPBD Provinsi Bali mencatat dampak korban jiwa akibat bencana 2 korban meninggal. Sedangkan data kerugian sebesar Rp. 8.792.100.000.

See also  KSP Dorong Sektor Industri Terapkan Ekonomi Sirkular

Sekalipun trend korban bencana menurun drastis, hal ini tidak membuat BPBD Bali berbbesar kepala. Berbagai upaya antisipasi bencana terus dilakukan. Melihat dari proyeksi prakiraan bencana tahun 2020 dan berbagai sumber dari lembaga serta pakar, dan trend yang harus diwaspadai adalah jenis bencana hidrometerologi  dan  geologi seperti kekeringan,  cuaca ekstrim, gempa bumi, bencana vulkanologi seperti erupsi gunung api. “Kami menghimbau , agar masyarakat Bali tetap waspada dan menggunakan informasi peringatan dini yang terpercaya dalam pengambilan keputusan kesiapsiagaan. Urusan bencana adalah urusan bersama, sinergi pemerintah dan masyarakat dengan mengutamakan kearifan lokal Bali  akan  menguatkan kesiapsiagaan bencana,” tutup Made Rentin.(axelle dae/fb)

(Visited 17 times, 1 visits today)