Pantau Penanganan Virus Corona, Komisi IX DPRI Tinjau RSUP Sanglah

0
450
Pantau Penanganan Virus Corona, Komisi IX DPRI Tinjau RSUP Sanglah/fajarbadung.com
Pantau Penanganan Virus Corona, Komisi IX DPRI Tinjau RSUP Sanglah/fajarbadung.com

DENPASAR, Fajarbadung.com– Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi Kesehatan, I Ketut Kariyasa Adnyana, mengunjungi RSUP Sanglah, Jumat (31/1). Politikus PDI Perjuangan asal Buleleng ini hendak memantau kesiapan RS terbesar di Bali ini dalam menghadapi infeksi virus Corona. Ikut mendampingi Kariyasa adalah Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiartha.

Rombongan Kariyasa ini diterima oleh Direktur Utama  I Wayan Sudana  dan perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Di RS Sanglah, Kariyasa dan rombongan meninjau langsung ruangan isolasi penyakit menular, yang merupakan tempat perawatan pagi pasien terduga infeksi virus Corona. “Kita ngecek kesiapan RS Sanglah ketika nanti ada penyakit-penyakit infeksi seperti Corona,” ujar Kariyasa.

Menurut dia, penting untuk mengetahui kesiapan RS Sanglah tersebut, sebab Bali merupakan daerah pariwisata yang rentan terhadap isu kesehatan. “Karena Bali ini daerah pariwisata, sangat riskan sekali terhadap isu-isu masalah kesehatan. Terbukti, berita terakhir hampir 15 ribu wisatawan China itu di-cancel, kemudian event-event pariwisata juga dibatalkan. Wisatawan-wisatawan juga membatalkan kunjungannya ke Bali. Ini tentu sesuatu yang sangat berdampak bagi perekonomian,” katanya.

Ia bersyukur  terhadap RS Sanglah sudah siap menghadapi virus Corona tersebut. Apalagi sejauh ini tak ada satupun yang terinfeksi virus Corona, tak hanya di Bali tapi Indonesia secara keseluruhan. Yang datang ke RS Sanglah kata dia, karena kesadaran sendiri untuk memeriksakan diri karena baru pulang dari China. “Ini yang perlu diluruskan. Karena kalau tidak diluruskan informasi yang tidak benar sehingga ini akan berpengaruh terhadap perekonomian Bali. Kalau kita lihat secara teknis bahwa Provinsi Bali dari Dinas Kesehatan, RS Sanglah kemudian Bandara sudah sangat siap menghadapi ketika adanya penyakit Corona, kalau itu ada,” ujar Kariyasa.

See also  Putri Koster Menghadiri Peluncuran Buku Maestro Legong & Kebyar di Ubud

Berdasarkan penjelasan pihak RS Sanglah, kata dia, sebelumnya ada 10 orang yang dianggap terinfeksi virus Corona dirawat di sana tapi semuanya negatif. “Kemarin ada berita simpang siur bahwa di Bali sudah wabah Corona, sudah terjangkit, terbukti bahwa sampai saat ini satu pun tidak ada yang positif Corona. Memang mekanisme dalam perawatan itu kan harus ada beberapa kali pemeriksaan, pemeriksaan pertama, kedua. Kalau pemeriksaan pertama negatif itu nggak ke pemeriksaan kedua. Hasil Lab disetorkan ke Litbangkes di pusat dan itu menunggu. Seperti sekarang, mereka sudah negatif tetapi masih menunggu hasilnya, belum bisa pulang,” jelas Kariyasa.

Menurut dia, RS Sanglah sudah sangat siap menghadapi segala bencana baik menghadapi penyakit infeksi seperti Corona, maupun bencana yang lainnya. “RS Sanglah ini sangat siap baik dari segi tenaga medik, tempat dan lainnya. Kita juga akan membantu. Tidak banyak RS itu mau membuat tempat khusus untuk isolasi karena biayanya sangat mahal. Biaya perawatan, alatnya juga mahal, karena ruangan bersifat steril dan udaranya diolah lalu dibuang, kemudian biaya seperti robot itu per orang hampir Rp800 ribu. Sekarang tiap hari tiga orang itu biayanya tinggi sekali. Belum lagi biaya-biaya lainnya. Ini yang perlu dikoordinasikan, dengan Pemerintah daerah juga. Ruang ini dulu dibantu oleh Provinsi. Peran pemerintah daerah juga perlu diperhatikan. Meski RS Sanglah ini bersifat vertikal ke pusat tapi yang dirawat juga orang Bali sehingga ini perlu perhatian,” katanya.

See also  Ketua Ikatan Pemangku Desa Adat Denpasar Sorot Penegakan Hukum Adat di Bali

Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah pusat siap membiayai pengobatan pasien terinfeksi Virus Corona. “Dinas kesehatan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dan kami juga menyuarakan yang bersifat emergency seperti ini semestinya tidak boleh mereka mengeluarkan biaya. Ini harus ditanggung oleh pemerintah pusat. Karena itu untuk memudahkan SOP, sehingga mereka tidak memikirkan biaya untuk sembuh. Karena kalau tidak ada duit otomatis mereka memaksa untuk pulang, padahal belum sembuh. Dari pusat kemarin sepenuhnya dibiayai, tapi di luar skema BPJS. Kalau mereka tidak mempunyai BPJS, mereka dibiayai oleh pemerintah pusat. Dibiayai 100 persen,” tegasnya.

Ia kembali mengingatkan bahwa Bali dan Indonesia secara umum sejauh ini bebas dari virus Corona. “Ini harus diluruskan. Masih tahap sangat aman sekali. Tidak ada hal-hal yang di Bali khususnya, di Indonesia secara umum, satu pun sampai saat ini tidak ada yang suspect. Yang datang ke RS ini karena mereka kesadaran sendiri, mereka baru datang dari China lalu ada gejala pilek, batuk, sesak nafas. Seperti itu mereka ada kesadaran sendiri untuk memeriksa,” pungkas Kariyasa.

Direktur Utama I Wayan Sudanajuga menegaskan bahwa RS Sanglah sudah siap menghadapi virus Corona ini. Menurut dia, dari enam ruang isolasi untuk perawatan pasien infeksi Corona ada empat ruangan dalam kondisi bagus. Dua ruangan sedang dalam perbaikan. Empat ruangan isolasi ini sudah cukup untuk meangani pasien infeksi virus Corona. “Empat ruang isolasi kondisinya bagus, dua ruangan sedang perbaikan, karena salah satu komponennya perlu kita ganti barangkali. Jadi masih dicek,” katanya.

See also  Pastikan Pelaksanaan PPKM Darurat di Puspem Badung, Satgas Penanganan Covid-19 Laksanakan Sidak

Kemarin hanya tersisa satu pasien di ruang isolasi tersebut. Kondisinya bagus, dan kemarin diperbolehkan untuk dirawat di ruangan biasa. Ini artinya dari semua pasien terduga infeksi virus corona yang dirawat di ruang isolasi RS Sanglah, semuanya negatif. “Dari empat ruang isolasi tekanan negatif, sekarang ini masih ada satu pasien. Pasien itu menuru dokternya sudah bisa pindah ke ruangan biasa. Artinya di Bali saat ini cukup aman, dari segi fasilitas untuk ruangan isolasi yang bertekanan negatif karena di RS Sanglah ini dari empat ruangan isolasi bertekanan negatif hanya terisi satu, dan itupun sebentar kosong,” kayanya.

Kendati demikian, kewaspasan tetap ada. “Tapi tentu perlu kewaspadaan untuk antisipasi penyakit ini. Saat ini aman. RS Sanglah siap. Siap fasilitas, siap sistemnya, siap Sumber daya manusianya. Tak perlu panik, saat ini Bali aman, paling tidak Sanglah ukurannya. Tidak ada yang positif Corona. Kita perlu menjaga stamina, bukan hanya wisatawan, karena itu infeksi virus. Penyebaran virus itu terkait dengan stamina tubuh kita. Perlu hidup sehat, olahraga, gislzi yang seimbang, dan cuci tangan,” pungkasnya.(axelle dae/fb)

(Visited 15 times, 1 visits today)