Banyak Hasil Swab di Bangli Akhirnya Negatif

0
564
Banyak Hasil Swab di Bangli Akhirnya Negatif/fajarbadung.com
Banyak Hasil Swab di Bangli Akhirnya Negatif/fajarbadung.com

DENPASAR, Fajarbadung.com – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Bali Dewa Made Indra bersama timnya memberikan perhatian serius bagi kasus transmisi lokal di Banjar Selokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Setelah melakukan rapid test terhadap lebih dari 700 orang sehari sebelumnya, diketahui ada 443 hasilnya yang reaktif. Dari jumlah tersebut, sebanyak 126 orang telah diambil test swab. “Dari 126 orang yang diperiksa swab, semuanya dinyatakan negatif. Besok akan dilanjutkan pemeriksaan yang lainnya. Semua yang dinyatakan reaktif dari rapid test akan dilanjutkan dengan rapid test,” ujarnya, Jumat (1/5).

Kasus ini berawal ditemukan 8 orang positif yang ditulari oleh 1 orang PMI. Fenomena ini membuat Gugus Tugas Provinsi berkoordinasi dengan Bupati Bangli dan jajarannya untuk memperketat isolasi di Desa Abuan agar warga tidak ada yang keluar masuk. “Saya berkordinasi langsung atas atas perintah Gubernur saya berkomunikasi langsung dengan Bupati Bangli untuk melakukan rapid test dan pengambilan spesimen kepada masyarakat di sana. Kemarin tim rapid test dari Gugus Tugas Provinsi Bali bekerjasama dengan Gugus Tugas Kabupaten Bangli hadir ke Desa Abuan Bangli untuk melakukan rapid test dan pengambilan swab,” ujarnya.

See also  PENA NTT Salurkan Paket Sembako bagi Anak-Anak Asal Flores Timur yang Gagal Keluar Negeri

Untuk yang sisa warga yang dilakukan rapid test akan terus dilakukan yakni sebanyak 669 orang. Dari jumlah tersebut, hanya ditemukan 4 orang yang reaktif. Keempat orang tersebut langsung diambil spesimen swab. Hasilnya akan diketahui dalam sehari ke depan. Kemudian akan diambil juga sisa warga yang sudah diambil rapid test tetapi belum diambil spesimen swab sebanyak 183 orang. Oleh karena kapasitas laboratorium maka hasilnya tentu membutuhkan waktu yang lebih lama. “Mudah-mudahan hasilnya negatif,” ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan Desa Padangkerta, Kabupaten Karangasem. Di Padangkerta berawal dari 1 PMI menulari 4 orang transmisi lokal. Keempat orang tersebut sudah diambil spesimen swab dan hasilnya semuanya negatif. Akibat dari ulah satu orang PMI tersebut maka warga di Banjar Kaleran Desa Padangkerta semuanya diisolasi.

See also  AquaNest Luncurkan Program Orangtua Asuh Karang di Tanjung Benoa, Bali  

Jumlah warga dalam satu Banjar Kaleran sebanyak181 orang. Semuanya sudah diperiksa dengan Rapid Test. Dan dari jumlah itu hanya 12 orang yang menunjukan reaktif atau positif rapid test. Termasuk di dalamnya ada bayi berusia 4 tahun yang hasilnya negatif. Sisanya sebanyak 11 orang juga sudah diambil Swab namun hasilnya belum keluar. Selain bayi 4 tahun atau 11 orang dari Desa Padangkerta Karangasem, saat ini sudah dipindahkan di karantina Provinsi Bali. “Saya sudah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Karangasem. Saat ini Banjar Kaleran Desa Padangkerta sudah diisolasi juga. Semua kebutuhan pokok sudah dalam penanganan pemerintah setempat,” ujarnya.(axelle dae/fb).

(Visited 9 times, 1 visits today)