Anggota Dewan Badung Wayan Sandra Hadiri Upacara Guru Piduka yang Dilaksanakan Atlas Beach Club Bali

0
260
UPACARA - Ratusan staf dan manajemen ATlas mengikuti upacara Guru Piduka di Pura Desa Adat Berawa. Foto : Dok - Fajarbadung

CANGGU, Fajarbadung.com – Anggota Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung Wayan Sandra mewakili Ketua DPRD Kabupaten Badung menghadiri upacara Guru Piduka dan Bendu Piduka di Pura Puseh, Desa Adat Berawa, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Sabtu, 8 Pebruari 2025.

Kelian Adat Berawa dan Petajuh Desa Adat Berawa I Wayan Kumarayasa menyampaikan, bahwa Upacara Guru Piduka dan Bendu Piduka ini dipuput oleh Jro Mangku Desa Puseh di Desa Adat Berawa. Disebutkan, bahwa Guru Piduka dan Bendu Piduka adalah upacara permohonan maaf kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa atas peristiwa pelecehan simbol agama Hindu berupa tampilan visual Dewa Siwa yang telah terjadi di Atlas Beach Club Bali, beberapa hari lalu.

See also  Dinas Sosial Kabupaten Badung Menggelar Rapat Persiapan Peringatan Hari Pahlawan

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Badung, yang mewakili Ketua DPRD Badung, Wayan Sandra menyatakan, bahwa pihak Atlas Beach Club Bali melaksanakan upacara Guru Piduka dan Bendu Piduka atas viralnya visual Dewa Siwa yang dinilai meresahkan umat Hindu.

Mengenai tindak lanjutnya, Wayan Sandra menyebutkan DPRD Badung bakal membentuk Tim Khusus untuk memahami kondisi dan situasi dari segala aspek, baik sisi keamanan, agama, etika dan sebagainya.

“Secara teknis nanti di Dewan akan membentuk Tim Khusus yang menyelesaikan masalah ini dengan baik,” kata Wayan Sandra.

Untuk itu, Wayan Sandra berharap kejadian ini tidak terulang lagi di Desa Adat Berawa.

Atas tanggapan masyarakat, pihak Desa Adat Berawa tidak pernah ikut terlibat masuk areal Atlas Beach Club Bali.

See also  Launching Geguritan Pura Sada, Sekda Adi Arnawa Serahkan Piagam Kepada Mancagra 1949

“Itu tidak etis dari Desa Adat masuk kedalam areal Atlas. Himbauan kedepan, untuk tidak lagi melakukan hal-hal seperti itu lagi, yang menganggu pelaksanaan keagamaan terkait simbol-simbol agama Hindu,” paparnya.*Chris

 

 

(Visited 6 times, 1 visits today)