Badung Akan Genjot Pengembangan Pertanian untuk Bangkitkan Perekonomian

0
389
DEWAN. Wakil Ketua II DPRD Badung Made Sunarta. Foto : Tim

MANGUPURA, Fajarbadung.com – Wakil Ketua II DPRD Badung Made Sunarta memaparkan rencana ke depan Kabupaten Badung untuk menggenjot pengembangan Pertanian dalam upaya membangkitkan perekonomian Kabupaten Badung. Menurutnya, Badung bukanlah daerah yang kaya, hanya Pendapatan Daerah memang tinggi pada Situasi tertentu seperti sebelum Pandemi Covid-19. Oleh karena itu sektor lain perlu dikembangkan untuk menunjang pendapatan daerah.

Hal ini dikatakan Sunarta saat seusai rapat membahas rancangan awal RPJMD semesta berencana kabupaten Badung tahun 2021-2026 di ruang rapat madya gosana (lantai 2) Kantor DPRD Badung, Senin (3 Mei 2021)

“Kami mengambil pelajaran dari Pandemi Covid-19 ini bahwa beberapa kabupaten yang tidak bergantung pada pariwisata aman-aman saja,” kata Politisi Partai Demokrat ini.

See also  Ketua Fraksi Gerindra Dewan Badung Harap Bantuan Hari Raya 2 juta per KK Bisa Terealisasi

Selanjutnya Kabupaten Badung tentunya akan membidik sektor lain yang bisa berpotensi membangkitkan Perekonomian daerah Badung Seperti Pertanian. “Terima kasih kepada Pak Anom Gumanti dan Pak Made Sumerta yang sangat mendukung pengembangan sektor pertanian. Diketahui mereka berasal dari Kuta dan Kuta Selatan yang selama ini dikenal sebagai daerah jantung pariwisata Badung,” imbuhnya.

Menurutnya Kuta Selatan mempunyai lahan 1200 hektar yang bisa dikembangkan untuk pertanian maupun peternakan. Jadi ini menjadi opsi lain dalam masa penantian dibuka kembalinya pariwisata Badung. Jika sektor pertanian bisa dikembangkan dan produktif, maka sangat diyakini kedepannya ketergantungan pada sektor pariwisata semakin berkurang.

Lebih lanjut Sunartha pun menampik jika selama ini kabupaten Badung dipandang sebagai kabupaten yang kaya. Dia bahkan mempertanyakan indikator kekayaan Kabupaten Badung seperti anggapan selama ini. Dikatakan, kabupaten yang dianggap kaya semestinya mempunyai aset kekayaan yang bisa menunjang pendapatan daerah dalam situasi apapun.
Daerah Badung tidak kaya. Pendapatan dan kekayaan itu beda. Badung selama ini pendapatan daerahnya tinggi dalam situasi tertentu, namun pengeluaran juga tinggi,” pungkasnya.(cv/rg).

(Visited 13 times, 1 visits today)