Bijak Bermedsos, Ketua Flobamora Indonesia : Stop Framing Negatif Pendatang

0
909
Foto : Yusdi Diaz dan Ardy Ganggas memberi apreasi atas gerak cepat Satlantas Polresta Denpasar mengamankan dan memeriksa Yulius M.

DENPASAR, Fajarbadung.com – Insiden yang viral di media sosial, pada Senin 8 Desember 2025 oleh warga NTT di lampu merah perempatan Benoa Denpasar Selatan mencoreng nama baik para pendatang di Pulau Dewata.

Pelaku bernama Yulius Moruk menjadi sorotan publik setelah videonya jumping motor, berkendara mabuk tanpa helm dan tanpa TNBK, serta diduga berniat menabrak petugas lalu lintas. Ia kini telah diamankan Polresta Denpasar.

“Tindakannya sangat memalukan dan merusak nama baik pendatang di Bali,” kata Yusdi Ketua Rumah Besar Flobamora Indonesia (RBFI) Pembina Flobamora Bali, Yusdi Diaz, Selasa (9/12/2025).

“Kami minta diproses. Jika terpenuhi unsur pelanggarannya, silakan ditahan,” tegas Yusdi.

Yusdi juga menyarankan agar setelah proses hukum selesai, pelaku dipulangkan ke daerah asal untuk mencegah kemungkinan aksi lain dari sesama pendatang asal NTT di Bali.

See also  Pemuteran Bay Festival 2020, Sebuah Dedikasi Anak Negeri

Selain itu Yusdi juga mengingatkan para pegiat media sosial dan masyarakat di Bali agar tidak membangun narasi yang menggeneraliskan pendatang sebagai sumber masalah.

“Kami imbau agar tidak melakukan framing menjurus rasis. Kualitas literasi kita dipertanyakan kalau mudah terprovokasi oleh informasi sepihak,” ujarnya.
Yusdi menekankan pentingnya memperkuat literasi digital agar tidak terjadi persepsi liar.

Menurutnya, di era informasi cepat seperti saat ini, distorsi bisa menimpa siapa saja, termasuk kalangan terdidik.
Pembina Flobamora lain, Ardy Ganggas, mengaku bersyukur karena Polresta Denpasar bergerak cepat mengamankan pelaku sebelum anggota Satgas Flobamora menemukannya.

“Kami sempat mengarahkan anggota untuk mencari pelaku agar diberi pelajaran. Atas kejadian ini, kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

See also  Bupati Eka Distribusikan Cadangan Beras Pemerintah di Pura Luhur Batukau

Ardy juga menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pembinaan bagi seluruh warga NTT di Bali, baik yang terdaftar maupun tidak terdaftar.

Namun Ardy menolak anggapan bahwa warga pendatang selalu menjadi penyebab masalah. Ia menegaskan banyak warga NTT justru berkontribusi positif bagi Bali.

“Kontribusi positif warga kami di Bali jarang disorot, tapi ketika ada satu dua oknum bermasalah, langsung digeneralisasi,” kata mantan Sekretaris BPBD Kota Denpasar tersebut.

Menurutnya, tindakan oknum tidak bisa dijadikan dasar untuk menilai seluruh warga pendatang seperti itu. (*)

(Visited 13 times, 1 visits today)