Calon Putri Indonesia Asal Bali Usung Misi Edukasi dan Pemberdayaan Perempuan

0
217
FOTO : Salah satu peserta calon Putri Indonesia Bali tahun 2022, Laksmi Deneefe Suardana.(tim)

DENPASAR, Fajarbadung.com – Gelaran tahunan Pemilihan Putra Indonesia (PPI) yang diprakarsai Yayasan Putri Indonesia sejak tahun 1992 kembali digelar untuk medio 2021-2022. Sejumlah daerah di Indonesia telah melahirkan para finalis yang akan mengikuti pemilihan di tingkat nasional pada tengah Maret 2022.

Di Provinsi Bali, PPI 2022 telah memasuki babak penentuan. Terdapat tiga peserta calon putri Indonesia asal Bali yang telah terpilih dari sejumlah peserta lainnya. Dari tiga peserta ini akan dipilih para juri, siapa terbaik untuk mewakili Bali di tingkat Bali Nusra dan PPI se Indonesia pada Maret mendatang.

Tiga peserta calon Putri Indonesia Bali yakni Laksmi Deneefe Suardana, Natasha Valentine Trius dan Jazmine Rowe. Para juri akan mengumumkan pada 22 Januari 2022, melalui sistem voting secara daring (dalam jaringan).

Salah satu peserta calon Putri Indonesia Bali tahun 2022, Laksmi Deneefe Suardana, memiliki misi mulia dalam ajang pertama kali mengikuti PPI 2022.

Laksmi begitu sapaan akrab gadis Ubud ini, termasuk wanita yang memiliki Beauty, Brain, dan Behavior.

Dia tak hanya cantik fisik semata, melainkan juga memiliki kecerdasan, dan tingkah laku yang biasa dikenal dengan istilah inner beauty.

Sebagai putri Bali asal Ubud, gadis kelahiran 25 tahun lalu ini, ingin memperjuangkan edukasi bagi anak, pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana. Inilah visi misi utamanya mengikuti ajang ini.

See also  Aston Masuk Peringkat 3 Merek Terbaik Versi Yougov Kategori Perjalanan dan Pariwisata di Indonesia

“Bagi saya edukasi adalah nomor satu, karena itu saya berusaha membuat kampanye di media sosial bernama Break Event. Misi Break Event adalah, Breaking in a Qualiti True Education and Empowerman Especialy for Girls”,” kata Laksmi, Rabu (19/1/2022).

Menurut dia, karena hanya dengan edukasi bisa memberikan pemberdayaan, dan menurut riset yang pernah dilakukan, edukasi untuk perempuan dan keluarga berencana adalah solusi utama untuk melawan perubahan iklim di dunia.

Menurut Laksmi, isu utama yang diangkat dalam Pemilihan Putri Indonesia 2022 adalah masalah edukasi. Pandemi covid-19 sangat merugikan anak sekolah dari sisi edukasi mereka.

“Saya sempat bicara dengan pendiri Bali Children Foundation, Margaret Barry, tentang ancaman penurunan literasi, terutama di desa terpencil seperti Desa Songan di Bangli, Bali. Selain itu saya mengadvokasikan sastra Indonesia dan budaya, tentunya melalui kerja sama dengan Ubud Writers and Readers Festival,” tambahnya.

Laksmi memiliki alasan lain mengapa mengambil bagian dalam konteks PPI 2022. Sebagai putri asli Bali, ia memiliki tanggung Jawa moral untuk berjuang demi Bali di masa pandemi Covid-19 ini.

See also  Hotel Nikko Bali Benoa Beach Gelar Aksi Pelepasan Tukik ke Laut

“Saya memilih maju sebagai calon dari Bali dan hanya dari Bali, karena saya adalah orang Bali, saya dibesarkan di Ubud dan saya sangat bersyukur dibesarkan di daerah yang budaya sangat kuat dan alamnya sangat subur juga memiliki komunitas indah,” jelas Laksmi.

Laksmi akan memberikan yang terbaik dalam ajang ini sebagai wujud terima kasih kepada Pulau Dewata dan keluarga besarnya di Ubud.

“Tantangan umum, saat covid-19 adalah ketidakpastian tapi saya selalu mencoba berpikir positif dan memanfaatkan situasi sebaik mungkin. Contohnya mempersiapkan, fisik jika tidak bisa olahraga di gym saya akan olahraga di rumah atau outdoor, saya harap semua berjalan lancar sampai final nanti, ” ujarnya.

Laksmi juga mengapresiasi kinerja Yayasan Putri Indonesia (YPI) dan panitia PPI yang menyelenggarakan ajang ini secara daring ditengah pandemi Covid-19.

Penyelenggara menyesuaikan dengan perkembangan digital di dunia saat ini.

“Pandemi ini juga memberikan peluang untuk Yayasan dan PPI untuk menggunakan digital dan sosial media, karena dunia kita sekarang sangat digital,” ujarnya.

Ia mengatakan, 3 B yaitu Beauty, Brain, dan Behavior adalah kriteria Yayasan dan PPI dalam memilih putri-putri terbaiknya. Laksmi percaya diri dan optimistis memiliki kriteria tersebut dan beberapa pengalaman unik yang bisa menjadi referensi para juri memilihnya.

See also  Gandeng DITON KING, Hotel Yello Kuta Beachwalk Hadirkan Taman Bermain Baru untuk Pengunjung

“Saya adalah orang yang sangat optimis karena optimisme adalah salah satu nilai hidup, yang sangat penting untuk saya jadi, saya harap untuk juri pemilihan, juga melihat sesuatu yang spesial dalam diri saya selain 3 B tersebut,” jelasnya.

Laksmi mengatakan, semua peserta tentunya sangat cantik, pintar dan baik, dan pernah saling bertemu beberapa peserta.

“Saya rasa, saya punya beberapa pengalaman hidup yang unik dan berharga yang menurut saya sebagai keunggulan saya. Seperti jurusan saya dalam fashion bisnis memberikan saya ilmu, dalam moda bisnis marketing dan lainnya. Saya juga suka membaca buku karena menurut saya itu wajib dilakukan untuk memperluas wawasan dan pandangan hidup, ” jelasnya.

Keluarga besar Laksmi di Bali sangat mendukung kiprah dan perjuangannya di PPI 2022. Selain voting, mereka selalu memberi suport dan saran.

“Terima kasih juga suport masyarakat Bali khususnya Ubud, dan tentunya saya berharap doa dan dukungan semuanya,” harapnya.

Voting untuk memilih Putri Indonesia Bali tahun 2022 dari tiga peserta di Bali masih dibuka hingga 21 Januari 2022 pukul 22.00 WITA.(Arnold Dhae)

(Visited 38 times, 1 visits today)