Disebut Sandiaga Uno Terbesar di Dunia, Kepala Desa Tibubeneng Apresiasi Atlas Beach Fest yang Merangkul UMKM Lokal Bali

0
98
Kepala Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung I Made Kamajaya.. Foto : Arnold

CANGGU, Fajarbadung.com – Atlas Beach Fest, beach club terbesar yang baru dinobatkan oleh Menparekraf Sandiaga Uno baru-baru ini. Itulah sebabnya Atlas Beach Fest mendapatkan apreasiasi atas semangat membawa pengaruh positif untuk lingkungan sekitar terutama oleh Kepala Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung I Made Kamajaya. Sebab di Desa Tibubeneng inilah tempat Atlas Beach Fest berdiri.

Menurut Kamanjaya, meskipun baru berdiri selama satu tahun, Atlas Beach Fest telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Adanya Atlas Beach Fest membawa dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Dimana transportasi berjalan, rental sepeda motor berjalan, hotel dan homestay di sekitar Canggu berjalan, restoran dan warung terisi penuh.

Belum lagi ada UMKM lokal dan tenaga kerja lokal yang diakomodir Atlas Beach Fest. Jadi kami merasa sangat terbantu dengan adanya Atlas Beach Fest ini. Termasuk seni budaya lokal juga diakomodir,” ujarnya, Senin (3/7/2023). Ia mengatakan, dengan fokus pada keberlanjutan dan ramah lingkungan, Atlas Beach Fest berusaha menjadi destinasi wisata yang memberikan pengalaman unik dan mendukung kelestarian lingkungan.

Salah satu komitmen Atlas Beach Fest dalam menjaga lingkungan Bali adalah dengan melaksanakan sejumlah kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Setiap minggu, tim Atlas Beach Fest melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai Berawa untuk menjaga kebersihan lingkungan.

See also  Rayakan Usia ke 27 Tahun, Superman Is Dead Rilis Single Tentang Tiga

Selain itu, Atlas Beach Fest juga melakukan aerobik bersama warga Desa Tibubeneng, melepaskan 16 ribu lebih bayi penyu (tukik), dan berkontribusi terhadap pembetulan Gang Mango. Atlas Beach Fest juga secara aktif mengadakan kegiatan donor darah dan cek kesehatan gratis. Seluruh kegiatan CSR ini merupakan upaya nyata Atlas Beach Fest untuk berperan aktif dalam komunitas lokal.

“Selaku kepala desa di Tibuneneng tempat Atlas itu berada, kami sangat gembira karena usaha yang berdiri di desa kami ini menjadi salah satu destinasi terbaik di dunia. Atlas secara ekonomi memang membawa dampak yang sangat positif baik langsung maupun tidak langsung. Kehadiran Atlas sudah membuka peluang atau industri tenaga kerja, mengakomodir masyarakat hingga anak-anak muda di Tibubeneng untuk dapat bersama-sama membangun usaha dengan bekerja. Atlas juga membuka ruang UMKM di sana, menjadikan UMKM kami bertumbuh, punya kesempatan berusaha,” lanjutnya.

Kamajaya juga mengatakan kehadiran Atlas Beach Fest mempunyai multiplier effect, membuat banyak dampak positif di berbagai sektor di sekitar tempat Atlas Beach Fest berada. “Secara tidak langsung kehadiran Atlas juga mempunyai multiplier effect, jadi berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat kami di mana dengan banyaknya pengunjung yang datang, tentu dari transportasi, penyewaan rental, sepeda motor, sepeda, dan lain sebagainya kecipratan. Dan juga akomodasi seperti kamar, homestay, dan guest house selalu penuh,” jelasnya.

See also  Panglima TNI Meninjau Dan Berdialog Dengan Korban Banjir Konawe Utara

“Semenjak kehadiran Atlas itu membawa dampak positif yang signifikan. Dan beberapa usaha-usaha penunjan pariwisata juga berjalan dengan baik dan sangat dirasakan oleh masyarakat,” tutup I Made Kamajaya.

Selain melalui kegiatan CSR, Atlas Beach Fest juga menerapkan strategi ramah lingkungan dalam operasionalnya, seperti menggunakan shuttle dan scooter yang menggunakan energi listrik. Hal ini tentunya dapat mengurangi emisi karbon dan menjaga kebersihan udara.

Atlas Beach Fest juga mengaplikasikan gelas dibuat dari kulit nanas dan buah naga yang dapat digunakan berulang kali di outlet, sehingga bisa mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Atlas Beach Fest juga menggunakan plastik kresek ramah lingkungan yang terbuat dari singkong, sedotan yang ramah lingkungan, mengolah limbah botol menjadi hiasan ruangan, dan membuat tumblr bebek dari barang-barang daur ulang.

Tidak hanya fokus pada keberlanjutan lingkungan, Atlas Beach Fest juga berperan dalam mendukung perekonomian lokal. Hingga 90% bahan makanan yang digunakan di Atlas Beach Fest diperoleh dari petani dan peternak lokal Bali, memberikan dukungan langsung kepada para pelaku usaha lokal.

See also  Si Cantik Indah Raspati Rilis Single Pengagum Rahasia

“Melalui kegiatan dan inisiatif kami, kami berkomitmen untuk menjadikan Atlas Beach Fest sebagai destinasi wisata yang tidak hanya mempesona, namun juga bertanggung jawab menciptakan destinasi wisata yang ramah lingkungan dan mendukung perekonomian lokal,” jelas Alwine, perwakilan Atlas Beach Fest.

Selain itu, hingga 90% karyawan Atlas juga merupakan warga lokal Bali. Hal ini tentunya dapat menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat setempat. Atlas juga menjalin kerjasama dengan Bali Zoo, serta mengadakan acara Weekend Market yang memberikan kesempatan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk mereka kepada wisatawan yang hadir di Atlas Beach Fest.

Editor|Arnold Dhae

(Visited 3 times, 1 visits today)