EKONOMI BISNIS

Dukung Pariwisata Indonesia, Bananaz Berinovasi Di Bali

BADUNG, Fajarbadung.com – Dunia pariwisata dan dunia kreatif memang perlu inovasi sebagai salah satu cara memanage industri pariwisata agar terus berkesinambungan dan tidak tergerus kemajuan jaman.

Inovasi ini juga yang sedang dimulai oleh atartup baru yang mencoba memberi solusi bagi kaum milenial para turismancanegara dan domestik.

Dengan inovasi ini para turis mancanegara dan turis domestik makin mudah saja mengakses seluruh pelosok Pulau Bali.

Startup yang baru saja menggelar soft launchingnya di Bali berupa aplikasi rental motor Bananaz.co yang diharap menjadi solusi bagi wisatawan dalam memenuhi kebutuhan perjalanan mereka.

Bananaz Bali Bike Rental sebagai solusi bagi wisatawan dalam memenuhi kebutuhan perjalanan mereka. Terutama dengan memberikan informasi pariwisata, tujuan wisata yang direkomendasikan, dan sepeda motor untuk disewa di Bali.

Dengan aplikasi Bananaz, wisatawan siap untuk menjelajahi pulau Bali, tanpa harus khawatir akan ke mana dan bagaimana cara mencapai tujuan destinasi wisata yang ingin didatangi.

Seperti yang dikatakan CEO Bananaz.co, Rizky Diansyah yang awalnya melihat peningkatan jumlah wisatawan internasional yang berkunjung ke Bali setiap tahunnya. Hal ini sebagai peluang untuk mendukung pemerintah dalam mengembangkan pariwisata Indonesia, terutama di Bali.

“Kami ingin memberikan aplikasi super yang menyenangkan bagi wisatawan yaitu Bananaz.co. Ini aplikasi penyewaan sepeda motor online pertama di Bali yang dapat memberikan jasa penyewaan motor online yang menggunakan aplikasi dan menawarkan fitur lainnya yang lebih dari yang dibayangkan,” ungkap Rizky saat memperkenalkan startupnya di acara soft launching aplikasi rental motor yang menjadi aplikasi pertama di Bali di Gate88 Kerobokan Kuta Utara, Badung, Bali, Rabu 28 Agustus 2019.

Dijelaskannya juga Bananaz Bali Bike Rental berfokus pada wisatawan internasional yang saat ini berada di Bali dan yang berencana berperjalanan ke Bali sebagai target pasar utamanya. “Target kami memang sebagian besar kaum.milenial sekitar 80% turis asing dan 20% domestik.

Untuk itu ia ingin memberikan aplikasi super yang menyenangkan bagi wisatawan yaitu Bananaz.co. Ini merupakan aplikasi penyewaan sepeda motor online pertama di Bali yang dapat memberikan jasa penyewaan motor online yang menggunakan aplikasi dan menawarkan fitur lainnya yang lebih dari yang dapat dibayangkan para turia.

Bananaz.co juga didukung oleh banyak pihak, termasuk Hwy Jin Kim selaku salah satu pemegang saham dari Korea, dan Inovesia (konsultan dan inkubator startup) yang akan memandu Bananaz menjadi perusahaan startup terbaik di Indonesia. Rizky menjamin layanan Bananaz Bali akan berbeda dan unggul dari yang lain, dengan kualitas dan nilainya yang khas.

Diungkapkan juga oleh Rizky, urusan memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan adalah hal yang terpenting dan paling utama bagi Bananaz Bali. Mulai dari reservasi online dengan konfirmasi langsung, gratis pengiriman dan pengambilan motor, helm yang bersih (tidak ada helm bau), asuransi, sistem pendukung layanan 24/7, dan sistem pembayaran online yang dilengkapi dengan teknologi POI DSS yang aman.

Selain menawarkan kemudahan dan kenyamanan dalam memesan sepeda motor, Bananaz Bali juga menyediakan fasilitas perjalanan lainnya, seperti rak selancar, box motor, tabir surya, charger portabel, pocket wi-fi, e-money, dan anti nyamuk.

“Bali dipilih sebagai kota percontohan pertama untuk Bananaz Bike Rental, namun, Bananaz memiliki rencana besar untuk memperluas ke lebih banyak kota di Indonesia, seperti Lombok, Manado, dan Yogyakarta, dan bahkan di luar negeri, seperti Korea, Bangkok, dan Ibiza,” tandasnya.

Disamping itu Banana juga akan memberikan informasi yang menarik dan hal-hal yang dibutuhkan oleh target marketnya yaitu Wonderlaser.

Berkaitan dengan kompetisi di lahan yang sama dengan rental motor konvensional yang sudah ada, Rizli dengan bijak menepisnya. “Kita tidak berkompetisi dengan target market yang sama (dengan target market rental motor konvensional). Harapan kami ke depan bisa bersinergi dengan rental-rental motor konvensional. Strateginya seperti apa, tapi kita belum bisa ceritakan karena masih dalam proses penggodokan,” ungkapnya.

Senada dengan Rizky, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Yuyun Hanura Eny mengaku kedepannya tidak akan terjadi gesekan atau kecemburuan seperti taksi konvensional dengan yang berbasis aplikasi.

“Menurur saya rasa tidak akan terjadi ya. Kan mereka punya market tersendiri dan memiliki ranah sendiri. Kita yakini itu tidak akan berbenturan dan jadi masalah,” ungkapnya.

Saat ini tersedia 40 unit sepeda motor seluruhnya jenis skutik yakni Honda Scoopy, Yamaha Lexi dan Honda Genio. Dan pada 6 bulan kedepan ditargetkan dapat bertambah unitnya menjadi 200 unit sepeda motor.

Seluruh unit sepeda motor sudah myn dengan alat GPS untuk memonitor pengguna serta meminimalisir tindak pencurian.

Dan calon wisatawan penyewa sepeda motor juga sebelumnya sudah terseleksi datanya mulai dari nama, tempat menginap selama di Bali di mana hingga data lisensi izin mengemudi (SIM), baik lokal maupun internasional.(Anya/FB)

error: Content is protected !!