Dukungan Permodalan dari BRI Dorong Pertanian Paprika Organik, Petani Lokal Mampu Tembus Pasar Premium

0
31
FOTO : Made Sandi, petani asal Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

TABANAN, Fajarbadung.com – Dukungan permodalan dari perbankan dinilai menjadi faktor kunci mendorong pengembangan pertanian organik bernilai tinggi, termasuk komoditas paprika.

Skema pembiayaan lebih inklusif membuka peluang petani berinovasi meningkatkan skala usaha, seperti dilakukan Made Sandi, petani asal Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Sandi menjadi contoh bagaimana akses pembiayaan dan keberanian berinovasi mampu mengubah pola pertanian konvensional menjadi usaha hortikultura premium.
Ia mengembangkan paprika jenis dutch berbasis organik, yang kini telah menembus pasar perhotelan.

“Awalnya memang terkendala biaya, terutama untuk bibit harganya cukup mahal. Tapi kami coba cari cara supaya bisa efisien, yaitu mengembangkan bibit sendiri,” ujarnya saat ditemui, Selasa (14/4/2026).

Selama empat tahun terakhir, Sandi membangun budidaya paprika berbasis greenhouse di lahan seluas sekitar 2,5 are. Dengan total sekitar 860 pot atau setara 1.600 tanaman, saat ini ia mampu memproduksi paprika secara konsisten dengan sistem panen harian.

See also  Arena Bermain Terbaru di Bali, Gurita Playground dan Board Game Café 

Dalam satu kali panen, produksi mencapai 20 hingga 40 kilogram, bahkan bisa menyentuh 100 kilogram jika dilakukan panen menyeluruh sesuai permintaan pasar. Masa produksi berlangsung hingga delapan bulan dalam satu periode tanam.

Untuk menjaga kualitas dan efisiensi, Sandi menerapkan teknologi smart farming, mulai dari pengaturan nutrisi hingga sistem penyiraman otomatis. Hasilnya, paprika yang dihasilkan masuk kategori premium harga jual tinggi, yakni paprika merah hingga Rp150 ribu per kilogram, hijau Rp125 ribu, dan kuning sempat menembus Rp200 ribu per kilogram.

Keberhasilan ini, tidak lepas dari meningkatnya permintaan pasar terhadap produk organik, terutama dari sektor perhotelan membutuhkan pasokan berkualitas dan berkelanjutan.
Di sisi lain, perbankan nasional seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya mendukung sektor pertanian organik melalui akses pembiayaan.

See also  Sambut Bulan Penuh Berkah, Archipelago Hadirkan Penawaran "Blesings Of Ramadan" Di Seluruh Indonesia

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, mengatakan, pihaknya aktif mendorong pelaku usaha pertanian untuk naik kelas melalui dukungan permodalan yang terjangkau.

“BRI berkomitmen mendukung pengembangan pertanian organik melalui akses pembiayaan mudah dan inklusif. Sektor ini tidak hanya memiliki potensi ekonomi besar, juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), BRI memberikan kemudahan akses modal bagi petani, sekaligus melakukan pendampingan dan peningkatan literasi keuangan. “Tidak hanya pembiayaan, kami juga mendorong peningkatan kapasitas petani agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan berdaya saing,” imbuhnya.

BRI optimistis sinergi antara perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha mempercepat pertumbuhan sektor pertanian organik, khususnya di Bali dan Nusa Tenggara.

See also  Archipelago Hadirkan Menu Berbahan Pisang Lokal untuk Sajian Internasional di Lebih dari 150 Hotel

Di tengah tantangan biaya produksi dan keterbatasan teknologi, dukungan permodalan dinilai menjadi salah satu kunci agar petani dapat bertransformasi menuju pertanian modern berbasis inovasi.

Keberhasilan petani seperti Sandi pun menjadi bukti,dengan akses yang tepat, sektor pertanian organik mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.( Smn)

(Visited 2 times, 2 visits today)