MANGUPURA, Fajarbadung.com – Fenomena Ojek Online (Ojol) non aplikasi di wilayah Badung menarik perhatian kalangan DPRD Kabupaten Badung.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Badung, I Made Sada, mengatakan solusi terbaik untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan menghadirkan kendaraan umum lanjutan atau shuttle transportasi wisata.
Dirinya menyebut, setelah rapat di Sekretariat DPRD Badung, kemarin sore (Senin(10/11/2025), bahwa keberadaan shuttle melingkari wilayah rawan kemacetan dapat menjadi alternatif transportasi lebih aman, murah, dan efisien bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Kalau sudah ada kendaraan umum lanjutan seperti shuttle, wisatawan maupun warga akan lebih memilih itu daripada ojol non aplikasi. Biayanya lebih murah dan keamanan juga lebih terjamin,” paparnya.
Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bali dan wacana Bupati Badung untuk mengurangi kemacetan sekaligus menciptakan sistem transportasi yang tertib dan ramah wisata.
“Selain mengurai macet, shuttle ini juga bisa mendukung citra pariwisata Badung yang nyaman dan aman”, pungkasnya.(Tim)


















