BALI

Kapolda Bali Minta Umat Islam tidak Menggelar Sholat Ied di Bali

DENPASAR, Fajarbadung.com – Kapolda Bali, Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose meminta dengan sangat agar seluruh umat Islam di Bali untuk tidak menggelar sholat Ied yang melibatkan banyak orang pada hari raya Idul Fitri nanti. “Sesuai dengan hasil video conference dengan pemerintah pusat pada Senin (18/5) lalu, disimpulkan bahwa sesuai dengan Permenkes 9/2020, kegiatan agama yang bersifat massive atau yang mengumpulkan massa yang banyak dilarang untuk dilaksanakan sehingga himbauan pemerintah pusat bahwa kegiatan Sholat Idul Fitri dilaksanakan di rumah masing-masing,” ujarnya di Denpasar, Kamis (21/5). Dalam kegiatan video conference juga disampaikan oleh Menkopolhukam bahwa kegiatan Sholat Idul Fitri bukan merupakan Sholat yang wajib melainkan Sunnah.

Menurut Golose, permintaan tersebut sudah dikoordinasikan dengan para tokoh agama Muslim di Bali, Ormas Islam dan para pengurus lainnya. Kapolda Bali mengaku sudah menerima kunjungan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Lounge Andalan Polda Bali, Rabu (20/5) kemarin. Kedatangan para pemimpin Ormas Islam di Bali ini untuk membahas perayaan hari raya Idul Fitri 1441 H di tengah pandemi Covid-19.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda menyerahkan sepenuhnya kepada para tokoh ormas Islam untuk membuat kesepakatan bersama agar perayaan Idul Fitri di wilayah Provinsi Bali tidak ada perbedaan, mulai dari pelaksanaan Sholat Ied hingga kegiatan bersilaturahmi.

Kepada para tokoh Muslim tersebut Kaapolda Bali meminta agar para tokoh dan pengurus masjid agar segera menyampaikan hal tersebut kepada seluruh umat muslim bahwa tidak ada sholaf Ied saat hari raya Lebaran nanti.

“Dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19, demi masa depan anak cucu kita agar darurat kesehatan yang terjadi saat ini tidak menjadi darurat sosial ekonomi dan darurat keamanan. Saat ini Covid-19 telah menjadi pandemi global, di Bali sendiri setiap harinya kasus positif Covid-19 meningkat.

Saat ini transmisi lokal cukup tinggi berada pada angka 38%. Hari ini saya sampaikan himbauan pemerintah pusat dalam rangka menyikapi pencegahan penyebaran Covid-19 hubungannya dengan pelaksanaan Sholat Idul Fitri berjamaah. Apabila Sholat Idul Fitri tetap dilaksanakan maka petugas akan melakukan tindakan sesuai dengan protokol kesehatan secara ketat,” sambungnya.

Ketua MUI Provinsi Bali, H.M. Taufiq As’adi,. menyetujui imbauan pemerintah pusat untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri di rumah masing-masing. Hal tersebut juga demi kesehatan masyarakat Bali. “Pelaksanaan Sholat Idul Fitri sebaiknya dilaksanakan serempak di seluruh Bali di rumah masing-masing,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh H. Bambang Santoso. Anggota DPD RI Perwakilan Bali ini menyatakan setuju dengan imbauan pemerintah pusat untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri di rumah masing-masing, namun imbauan ini harus dilaksanakan serentak di seluruh Bali.

“Apabila ada satu atau dua daerah yang melaksanakan Sholat Idul Fitri, hal tersebut bisa menjadi ancaman. Sesuai dengan ajaran Islam bahwa kita harus menjauhi hal yang membahayakan diri sendiri. Wabah ini nyata dan dapat membahayakan tidak hanya diri sendiri namun orang sekitar kita,” ujar H. Bambang Santoso.

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Ketua PW NU Provinsi Bali, K.H. Abdul Aziz., Ketua PW Muhammaddiyah Provinsi Bali, H. Aminullah, Ketua Pengembangan Organisasi DMI Provinsi Bali, Ust. H. Fauzy Basulthana., Ketua LDII Denpasar, H. Kafilari, S.E., Kabid Binmas Islam Departemen Agama Provinsi Bali, H. Nur Khamid., Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Bali, Ir. H. Maman Supratman saat mengikuti rapat tersebut, menyetujui imbauan pemerintah pusat untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri di rumah masing-masing.

Setelah sepakat mengikuti imbauan pemerintah pusat, Kapolda Bali langsung berkoordinasi dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster via video call yang disaksikan langsung oleh para tokoh Muslim. Kapolda menyampaikan bahwa seluruh tokoh umat Muslim di Bali sudah sepakat dan menyetujui himbauan pemerintah pusat untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri di rumah masing-masing dan akan segera membuat seruan bersama.

Saat itu juga Gubernur Wayan Koster mengucapkan terima kasih, mengapresiasi dan menyetujui kesepakatan bersama para tokoh Muslim terkait pelaksanaan ibadah Sholat Idul Fitri agar dilaksanakan dari rumah masing-masing dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Para pemimpin Ormas Islam di Bali pun mengeluarkan seruan bersama. Seruan bersama tersebut ditujukan kepada seluruh umat Muslim di Bali. Isinya antara lain agar Sholat Idul Fitri di rumah, tidak ada pelaksanaan pawai takbir keliling, takbiran hanya dilakukan petugas masjid dan sangat terbatas, tidak menjadwalkan petugas Khotib dan Imam dalam pelaksanaan Sholat Ied. Tidak melakukan silaturahmi dengan berkumpul banyak orang, silaturahmi dapat dilakukan secara online.(axelle dae/fb).

(Visited 7 times, 1 visits today)
error: Content is protected !!