Kemacetan Denpasar Timbulkan Kerugian Ekonomi dan Lingkungan, SMSI Dorong Solusi Terintegrasi

0
113

DENPASAR – Kemacetan di Kota Denpasar dinilai menimbulkan kerugian multidimensi, mulai dari pemborosan waktu hingga peningkatan biaya ekonomi. Hal ini mengemuka dalam Diskusi Publik yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Denpasar bersama Dinas Perhubungan Kota Denpasar.

Dalam sambutan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang dibacakan Ida Bagus Alit Adhi Merta, ditegaskan bahwa kemacetan berdampak pada meningkatnya biaya operasional transportasi, konsumsi bahan bakar, serta risiko kecelakaan lalu lintas.

Selain kerugian ekonomi, kualitas udara perkotaan juga terancam akibat tingginya emisi kendaraan. Situasi ini berpotensi menurunkan daya saing Denpasar sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan di Bali.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Ketut Sriawan, menyebut tingginya penggunaan kendaraan pribadi menjadi faktor dominan. Ia menyoroti perlunya dukungan regulasi dan penguatan kewenangan lintas wilayah di kawasan metropolitan Sarbagita.

See also  Tiap Kampanye, Koster-Giri Sapa dan Hibur Puluhan Ribu Warga

Guru Besar Universitas Udayana, Putu Alit Suthanaya, mengingatkan bahwa suburbanisasi akibat mahalnya harga lahan di Denpasar meningkatkan arus komuter dari wilayah penyangga seperti Badung, Gianyar, Tabanan, dan Klungkung. Kondisi ini memperbesar potensi kerugian di masa depan jika tidak diantisipasi melalui sistem transportasi kawasan terintegrasi.

Diskusi menegaskan bahwa tanpa langkah sistematis, kerugian akibat kemacetan akan terus membesar. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Garuda TV Bali, Living World, Kura Kura Bali, Bappeda Denpasar, PD Pasar Kota Denpasar, PDAM Kota Denpasar, BPJS Kesehatan, Swiss-BelResort Pecatu, Hotel Cakra, Hatten Wines, STB Runata, Quest San Hotel Denpasar, serta Discovery Kartika Plaza Hotel .***

(Visited 6 times, 1 visits today)