Kemendikbud Serahkan Bantuan APD ke Relawan dan Rumah Sakit Pendidikan

0
371
Kemendikbud Serahkan Bantuan APD ke Relawan dan Rumah Sakit Pendidikan/fajarbadung.com
Kemendikbud Serahkan Bantuan APD ke Relawan dan Rumah Sakit Pendidikan/fajarbadung.com

JAKARTA, Fajarbadung.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Rumah Sakit Pendidikan dan Relawan Mahasiswa Kesehatan yang bertugas dalam penanganan Coronavirus Disease (COVID-19). Secara simbolis bantuan diserahkan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt. Dirjen Dikti) Nizam kepada perwakilan Relawan dan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Indonesia dalam telekonferensi, Senin (06/04). Bantuan yang diserahkan berupa 2.000 baju APD, 2.000 pelindung muka/face shield dan 466 sepatu bot.

Melalui video, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan sambutannya. Ia menjelaskan bahwa dalam merespons arahan Presiden, Kemendikbud telah merealokasi anggaran Rp 405 miliar untuk mengaktifkan 13 Rumah Sakit Pendidikan agar dapat merawat pasien COVID-19 dan 13 Fakultas Kedokteran untuk menjadi pusat tes (test center). Kemendikbud juga memobilisasi relawan mahasiswa kesehatan untuk membantu mengatasi pandemi COVID-19, serta menyiapkan asrama Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) sebagai fasilitas karantina.

See also  Bertemu Wamen PDTT, Suiasa Ungkap Komitmen Pulihkan Ekonomi Masyarakat Desa di Badung

“Dalam kaitannya dengan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas respons cepat dan sigap Komisi X DPR RI sebagai mitra kerja strategis Pemerintah dalam proses konsultasi dan penyusunan kebijakan selama darurat COVID-19,” ujar Nadiem.

Kemendikbud sangat menghargai semangat antusiasme, solidaritas, dan gotong royong yang ditunjukkan oleh 15 ribu relawan mahasiswa yang sudah bergabung. “Gerakan ini sejalan dengan semangat kebijakan Kampus Merdeka. Kesempatan menjadi relawan kemanusiaan juga merupakan hal yang sangat bermanfaat dan penting untuk belajar dan mengasah keterampilan sebagai tenaga medis profesional,” tuturnya.

Secara khusus Mendikbud menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) dan tujuh asosiasi mahasiswa kesehatan lainnya yang terlibat, karena telah menunjukkan tindakan nyata dalam menanggapi panggilan kemanusiaan. Gerakan ini disebut Nadiem sebagai perwujudan konkret dari semangat sejati setiap dokter, perawat, dan tenaga kesehatan profesional.

See also  Bertemu Wamen Kemen LHK, Gubernur Bali Paparkan Kebijakan Lingkungan dan Kehutanan Bali

“Dalam menangani pandemi COVID-19 bangsa Indonesia membutuhkan solidaritas dan gotong royong semua elemen bangsa. Saatnya bangsa Indonesia menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa yang terkenal dengan nilai gotong royong sesuai Pancasila,” pesan Mendikbud.

Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Syaiful Huda mengapresiasi langkah strategis Kemendikbud dalam penanganan COVID-19. “Saya bersyukur, saya bangga, Kemendikbud sudah mengambil inisiatif. Tiga belas Fakultas sudah siap, Rumah Sakit Pendidikan kita juga sudah siap untuk uji COVID-19. Lima belas ribu relawan sudah dilakukan pelatihan oleh WHO, oleh Kemenkes, dan oleh dokter-dokter spesialis. Ini langkah yang cukup luar biasa,” ujar Syaiful Huda.

Aksi solidaritas yang akan dilakukan oleh lima belas ribu relawan mahasiswa, menurut Syaiful Huda, merupakan kontribusi terbaik yang bisa diberikan kepada bangsa dan negara. “Atas nama DPR RI melalui Komisi X, kami menyampaikan apresiasi, dan empati, dan respek setinggi-tingginya atas inisiatif, ikhtiar, kemauan, dan kesiapan teman-teman para relawan untuk membangkitkan solidaritas kemanusiaan antar sesama anak bangsa ini,” ungkap Ketua Komisi X DPR RI.

See also  Di Balik Cerita” : Pemerintah Upayakan Peningkatan Literasi Bermutu melalui Pendekatan Sastra

Sebelumnya, Plt. Dirjen Dikti melaporkan bahwa Kemendikbud juga telah melatih 15 ribu relawan mahasiswa. Mereka segera ditugaskan di Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan organisasi-organisasi kemanusiaan yang membutuhkan. Sebagian besar didistribusikan ke AIPKI (Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia) di 34 provinsi untuk program-program promotive dan prefentif di setiap daerah.

“Dalam bekerja, para relawan berada di bawah bimbingan dan pengawasan dosen dan dikoordinasikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran setempat bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi,” ujar Nizam. (red/fb).

(Visited 10 times, 1 visits today)