Ketua KPUD Kabupaten Badung Minta Masyarakat Pahami Soal Penggunaan KTP Elektronik dalam Pemilu

0
55
Ketua KPUD Kabupaten Badung Bali Gusti Putu Gede Yusa Arsana Putra. Foto : Dok - Ist

MANGUPURA, Fajarbadung.com – Ketua KPUD Kabupaten Badung Bali Gusti Putu Gede Yusa Arsana Putra mengatakan, masyarakat di Bali umumnya dan Badung khususnya agar benar-benar memahami tentang penggunaan KTP elektronik dalam Pemilu 2024. Hal ini disampaikan Arsana Putra usai bertemu awak media dalam acara media gathering di Warung Mina Dalung, Kuta Utara Badung. Kamis (28/12/2023). Ia meminta agar masyarakat memahami secara penuh dan utuh soal penggunaan KTP elektronik dalam Pemilu. Sebab yang terjadi selama ini adalah masyarakat memahami penggunaan KTP elektronik dalam Pemilu secara sepotong. “Perlu kami sampaikan bahwa masyarakat boleh menggunakan KTP elektronik dalam Pemilu tetapi tetap sesuai dengan regulasi yang ada,” ujarnya.

See also  Bali Mendapatkan Tambahan 7500 APD Dan 37 500 Masker dari Pemerintah Pusat

Penggunaan KTP elektronik dalam rangka memilih memang boleh. Orang datang ke TPS menggunakan KTP elektronik itu boleh, tetapi di tempat KTP elektronik dikeluarkan. Sebab berdasarkan pengalaman dalam Pemilu sebelumnya, masyarakat hanya tahu jika orang bisa menggunakan KTP elektronik dalam Pemilu. Hal ini menyebabkan banyak sekali pemilih dari luar daerah di Bali membawa KTP elektronik dari daerah asalnya, tanpa surat pindah memilih. Dan ini tidak bisa digunakan. “Kalau dengan surat pindah memilih, itu bisa kita layani, dan kita harus layani sesuai dengan aturan yang ada. Juga sejauh masih ada tersedia surat suara atau surat suara sisa. Di luar itu tidak bisa dilayani,” ujarnya.

See also  Betty Prissila Dkk Minta Majelis Hakim Vonis Bebas Antony Dalam Kasus Penipuan

Kemudian yang juga harus dipahami masyarakat adalah bahwa jika sudah mengantongi surat pindah memilih maka saat datang ke TPS harus membawa KTP elektronik dari orang yang bersangkutan. Ada kesamaan data pemilih antara surat pindah memilih dengan data di KTP elektronik. Ini penting karena banyak kasus terjadi bahwa orang datang ke TPS dengan data berbeda atau diwakilkan. Ini secara regulasi tidak bisa dibenarkan. Kalau tidak ada surat pindah memilih maka tidak bisa dilayani. Kalau hanya mengantongi surat pindah memilih tanpa KTP elektronik maka tidak bisa dilayani. Syarat lain yang harus diketahui bahwa penggunaan KTP elektronik hanya bisa digunakan di TPS tempat KTP itu dikeluarkan bagi mereka yang tidak terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT). Bila mereka memilih di tempat lain maka yang dilayani adalah mereka yang sudah terdaftar di DPT.*Chris

(Visited 1 times, 1 visits today)