Layani Para Pecandu NAPZA, Panti Rehabilitasi Ashefa Buka Cabang di Bali

0
625
Caption : General Manager Panti Rehabilitasi Narkoba Ashefa Bali, I Made Perwira. Foto : Christovao

DENPASAR, Fajarbadung.com – Dalam rangka melayani masyrakat Bali terutama para pemakai dan  pecandu Narkoba, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) di Bali tidak perlu kebingungan lagi. Saat ini telah hadir Panti Rehabilitasi NAPZA Ashefa di Bali. Kegiatan Soft opening Panti Rehabilitasi NAPZA Ashefa Cabang Bali digelar Denpasar, Rabu (30/3/2022). Lokasinya persisnya di Jl Patih Jelantik No. 2 Desa Dauh Puri Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Bali. Panti ini dikelolah oleh Yayasan Ashefa yang berpusat di Jakarta. Bali merupakan cabang yang ke-8 dari berbagai kota di Indonesia. Soft opening tersebut dihadiri para mitra dari Polda Bali, Polresta Denpasar, dan beberapa stakeholder terkait lainnya.

General Manager Panti Rehabilitasi Narkoba Ashefa Bali, I Made Perwira menjelaskan, panti yang baru dibuka tersebut bisa menampung sebanyak 40 hingga 50 korban. Namun untuk mengejar kondisi nyaman, sekitar 20 hingga 30 pasien dinilai tepat.Tempat rehabilitasi milik Ashefa yang dibentuk pertama kali di Bali ini, dilihat sebagai upaya dalam mendukung pihak instansi seperti kepolisian, BNN, BNNP, dan LSM dalam memerangi narkoba.

See also  Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Penanganan Covid-19 di Kediri 

“Kita punya misi untuk memberikan pelayanan terbaik untuk korban, ada program 3 P, pulih, pengembangan diri dan produktif. Jadi korban tidak hanya diberikan wejangan, tapi kita bangun lagi, bina lagi agar bisa kembali ke masyarakat dengan produktif,” katanya. Dibentuknya ruang rehabilitasi ini sebagai upaya merangkul korban, kemudian membantunya pulih, sadar, dan dapat meyakinkan lingkungan sekitarnya untuk menjauhi obat dan zat terlarang.

Di Panti Rehabilitasi Narkoba Ashefa, siapa saja dapat bergabung. Mereka memiliki kebijakan subsidi silang bagi pasien yang kurang mampu, namun normalnya mereka dikenai biaya Rp7,8 juta untuk seminggu dan Rp20 Juta untuk masa  dengan waktu pengobatan sebulan. Kemudian untuk waktu lebih, seperti program 3 bulan, maka akan dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak keluarga. Dalam 1 minggu awal, korban yang tiba akan menjalani tahap observasi. Dalam proses tersebut, korban tak hanya diminta melakukan pendisiplinan diri, namun terdapat alternatif lain seperti kegiatan membaca buku dan rencana pelatihan komputer. “Untuk SDM, kita bekerjasama dengan stakeholder terkait, kita akan cari konselor yang terverifikasi, dokter dan psikolog yang terkualifikasi,” sambungnya. Selain bekerjasama dalam hal tenaga dalam proses perawatan, Ashefa juga menjajaki pihak-pihak yang menangani kasus narkotika di Bali.

See also  Luhut Resmikan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber di Bali

Pihaknya berada pada posisi fasilitator, agar mereka yang tertangkap dapat dialihkan ke Panti Rehabilitasi Narkoba dan mendapat penanganan yang tepat. Rencananya Ashefa Bali pekan depan akan mulai mendapat korban yang diarahkan untuk pemulihan di Panti Rehabilitasi Narkoba tersebut. Ashefa serius membantu korban bisa pulih, produktif dan pengembangan diri untuk memaksimalkan potensi pasien agar dapat menjalankan fungsi sosialnya di masyarakat.

Rehabilitasi adalah cara paling ampuh yang bisa membantu korban lekas pulih dari penyalahgunaan narkoba. Ketergantungan narkoba sangat berbahayabuntuk diri kita, karena bisa merusak kehidupan sosial. Oleh karena itu Ashefa Griya Pusaka memberikan program rehabilitasi premium untuk korban penyalahgunaan narkoba untuk bangkit dari kondisinya saat ini. Dampak penyalahgunaan narkoba seperti sabu, ganja dan jenis lainnya akan sangat berbahaya. Terutama bagi kondisi fisik dan mental penyalahgunanya. Akibat konsumsi narkoba memiliki pengaruh buruh bagi diri sendiri dan lingkungan penggunanya, dampak penggunaan, tidak bisa dianggap sepele karena bisa menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.

See also  TNI dan Polri Fokuskan Evakuasi Korban dan Salurkan Bantuan

Oleh karena itu orang yang memiliki ketergantungan NAPZA perlu penanganan khusus untuk bisa pulih seperti kondisi semulanya. Mereka yang mendapatkan rehabilitasi yang baik dan tepat akan terbantu untuk pulih dan hidup lebih baik, pemilihan tempat rehabmu akan mempengaruhi proses pemulihanmu. “Kami berharap panti ini bisa membantu para pecandu yang ingin sembuh dari obat – obat terlarang tersebut,’pungkasnya.(cv)

 

(Visited 38 times, 1 visits today)