Masyarakat Maluku Inginkan Keberlanjutan Program Pembangunan Presiden Jokowi

0
60
Kantor Staf Presiden menggelar “KSP Mendengar”, di kota Ambon, Maluku, Rabu (15/5).. Foto : Dok - Humas

KOTA AMBON, Fajarbadung.com – Masyarakat Maluku mengharapkan keberlanjutan program – program pembangunan di masa pemerintahan Presiden, Joko Widodo dan Wakil Presiden, KH. Ma’ruf Amin, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), rekruitmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K), listrik desa, dan perlindungan sosial.

Nepal Rumunin, ibu rumah tangga asal desa Galunggung, kota Ambon, merasakan manfaat positif dari program Indonesia pintar. Ia mengungkapkan kedua putranya dapat melanjutkan pendidikan menengah tanpa menimbulkan beban finansial bagi keluarga. Nepal pun bersyukur nilai bantuan yang diterima naik dari sebelumnya Rp 1.000.000 menjadi Rp 1.800.000 per tahun.

“Saya berharap program ini dilanjutkan dan dinaikkan karena bisa membantu orang tua mengurangi beban keluarga. Sampaikan salam kami kepada bapak Presiden karena membantu anak kami sekolah,” ujar Nepal pada kegiatan Kantor Staf Presiden (KSP) Mendengar, di kota Ambon, Rabu (15/5).

Bukan hanya keberlanjutan program Indonesia pintar. Program rekruitmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) juga diharapkan bisa diteruskan di masa pemerintahan selanjutnya. Fenesya, seorang guru P3K di kota Ambon merasakan kesejahteraan keluarganya meningkat setelah dirinya diangkat menjadi P3K pada 2022. Lebih lanjut, Ia menceritakan pengalamannya sebagai guru honorer selama tujuh belas tahun dengan gaji Rp 150.000 per bulan.

See also  KSP Persilakan Pihak Yang Memiliki Tanah di Wilayah IKN Ajukan Klaim

“Saya harus melakukan pekerjaan lain untuk menambah pendapatan keluarga. Puji Tuhan, setelah diangkat jadi P3K saya dapat gaji tiga juta lebih. Ini benar-benar sangat berarti buat keluarga kami,” kata Fenesya.

Dampak program pembangunan masa pemerintahan Presiden Jokowi juga dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdepan, terpencil, dan terluar (3T) di Maluku. Salah satunya, program penyediaan listrik 24 jam di desa Luhu, kecamatan Huamual, kabupaten Seram Bagian Barat. Sebelumnya, di wilayah tersebut listrik hanya tersedia selama 12 jam dari pukul enam sore hingga enam pagi.

Abdul Gani, Raja Luhu menyampaikan, kehadiran listrik 24 jam telah memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat karena usaha-usaha rumah tangga dapat berkembang. Selain itu, akses informasi lewat internet juga semakin mudah. “Terima kasih kepada pemerintah sudah kasih menyala listrik 24 jam. Warga mendukung kelistrikan PLN demi kemaslahatan bersama,” ucapnya.

See also  Dari Titik Nol IKN, Moeldoko Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional

Pada kesempatan itu, Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Febry Calvin Tetelepta, menegaskan kebijakan pembangunan ke depan adalah keberlanjutan. Untuk itu, sambung dia, program-program yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat akan dijaga keberlanjutannya. “Pemerintah berganti tapi kebijakan pembangunan keberlanjutan. Keberlanjutan ini tidak bisa berjalan sendiri, tapi membutuhkan partisipasi publik,” tegasnya.

Febry juga memastikan Presiden Jokowi memberikan perhatian serius terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Maluku. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya Proyek Strategis Nasional (PSN) dan program prioritas nasional di Maluku yang sudah diselesaikan. “Mendengarkan Maluku itu sama dengan mendengarkan Indonesia,” tutur Febry.

Seperti diketahui, kegiatan Kantor Staf Presiden (KSP) Mendengar di kota Ambon mengambil tema “10 Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo”. Melalui kegiatan ini, Kantor Staf Presiden ingin mendengar dampak-dampak program pembangunan di masa pemerintahan Presiden Jokowi. Terhadap masyarakat, terutama di provinsi Maluku. “Acara ini bukan sekedar seremonial, tapi akan benar-benar ditindaklanjuti,” pungkas Febry.**Chris

(Visited 2 times, 1 visits today)