Melalui Partisipasi Semesta, Mitra Pendidikan Salurkan Tas dan Sepatu untuk Penyemangat Belajar Anak

0
27
FOTO : Wamen Fajar berfoto bersama siswa2 saat menghadiri kegiatan kick off BYD Small Steps for Tomorrow di SDN Pondok Petir 03, Depok, Selasa (26/5).

DEPOK, Fajarbadung.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mendorong industri energi terbarukan untuk ikut memperkuat Partisipasi Semesta dalam pendidikan. Menurutnya, kehadiran dunia industri yang membawa visi keberlanjutan perlu memberi dampak sosial bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kebutuhan belajar anak-anak.

Hal itu disampaikan Wamen Fajar saat menghadiri kegiatan kick off BYD Small Steps for Tomorrow di SDN Pondok Petir 03, Depok, Selasa (26/5). Program kolaborasi BYD Motor Indonesia bersama Benih Baik ini menyalurkan dukungan perlengkapan sekolah berupa tas dan sepatu kepada siswa sekolah dasar. Program tersebut menyasar 12 sekolah penerima manfaat di sejumlah daerah, antara lain Depok, Bogor, Bekasi, Serang, Semarang, Kediri, Bali, dan Lampung.

“Kegiatan ini perlu kita apresiasi karena wujud timbal balik yang baik antara perusahaan dan masyarakat. Ketika perusahaan tumbuh dan berinvestasi di Indonesia, maka kehadirannya juga perlu memberi dampak bagi masyarakat sekitar, terutama dalam mendukung dunia pendidikan,” ungkap Wamen Fajar.

Menurut Wamen Fajar, dukungan BYD bersama Benih Baik menjadi contoh konkret bahwa dunia industri dapat mengambil bagian dalam gerakan Partisipasi Semesta. Ia menegaskan, pendidikan bermutu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan dunia usaha, filantropi, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat luas.

See also  Kodim Kubar Serius Awasi Game Online

“Dukungan ini sangat bermakna karena menjadi bukti partisipasi masyarakat terhadap pendidikan nasional. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan,” kata Wamen Fajar.

Di sisi lain, Wamen Fajar juga menyampaikan program tersebut sejalan dengan tema Hari Pendidikan Nasional tahun ini, yakni “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Tema tersebut mencerminkan gagasan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, bahwa pendidikan bermutu hanya dapat diwujudkan melalui kerja bersama seluruh elemen bangsa.

Ia juga mengaitkan dukungan tersebut dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memajukan pendidikan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), terutama revitalisasi satuan pendidikan dan penguatan Papan Interaktif Digital (PID).

“Bapak Presiden Prabowo saat ini sangat total dalam memajukan pendidikan. Melalui program revitalisasi sekolah, anak-anak didorong belajar di ruang yang aman, nyaman, dan layak. Melalui PID, pembelajaran dibuat lebih interaktif dan menarik. Dukungan tas dan sepatu dari BYD hari ini melengkapi ekosistem itu, karena anak-anak juga perlu datang ke sekolah dengan rasa percaya diri,” ungkap Wamen Fajar.

Lebih jauh, Wamen Fajar menilai bantuan tas dan sepatu tidak boleh dilihat sekadar sebagai pemberian barang. Bagi murid, perlengkapan sekolah yang layak dapat menumbuhkan rasa percaya diri, semangat hadir ke sekolah, dan menumbuhkan motivasi untuk mengikuti pembelajaran.

See also  KSP : PTM 100 Persen Sudah Pertimbangkan Kesiapan Warga Sekolah

“Sepatu dan tas ini mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi anak-anak, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka diperhatikan. Anak yang merasa diperhatikan akan lebih percaya diri. Dan anak yang percaya diri akan lebih siap dalam belajar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah telah memiliki berbagai program bantuan pendidikan, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP). Namun, menurutnya, masih ada ruang kebutuhan di lapangan yang dapat diperkuat melalui kolaborasi masyarakat, dunia usaha, dan lembaga filantropi.

“Pemerintah punya PIP untuk membantu anak-anak memenuhi kebutuhan sekolah. Tetapi tentu masih ada ruang yang bisa diisi bersama. Di sinilah Benih Baik dan BYD mengambil peran penting,” jelas Wamen Fajar.

Wamen Fajar juga menilai visi BYD dalam energi terbarukan dan mobilitas listrik relevan dengan Gerakan Indonesia Asri yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo, terutama dalam mengenalkan isu keberlanjutan dan kepedulian lingkungan kepada siswa sejak dini.

“Anak-anak perlu mengenal lingkungan, memahami tantangan pemanasan global, dan terbiasa dengan budaya sekolah yang aman, sehat, resik, dan indah. Energi terbarukan harus menjadi salah satu alternatif penting di masa depan,” pesannya.

Menutup sambutannya, Wamen Fajar berharap BYD Small Steps for Tomorrow tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang diperluas ke lebih banyak daerah, termasuk wilayah 3T, kepulauan, perbatasan, pesisir, pegunungan, dan daerah ujung negeri.

See also  Menuju Masa Depan Tata Kelola Niaga Kratom

“Program ini langkah kecil, tetapi berdampak besar jika dilakukan berkelanjutan dan diperluas jangkauannya hingga ujung-ujung negeri. Dari tas dan sepatu, kita sedang membangun motivasi, percaya diri, dan harapan anak-anak Indonesia,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, President Director BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyampaikan bahwa BYD senang dapat berkontribusi bagi pendidikan anak-anak Indonesia. Ia mengenang masa sekolahnya di Tiongkok sekitar 30 tahun lalu, ketika fasilitas belajar belum semaju hari ini.

“Dulu, ketika saya sekolah dasar di Tiongkok, belum ada teknologi seperti Papan Interaktif Digital. Bahkan saya menggunakan pensil selama bertahun-tahun. Karena itu, anak-anak Indonesia hari ini memiliki banyak kesempatan. Kalian bisa menjadi apapun yang kalian cita-citakan,” tutup Eagle.***

(Visited 3 times, 1 visits today)