DENPASAR, Fajarbadung.com – Pemprov Bali saat ini sedang mengupayakan penambahan ruang isolasi dan tempat karantina. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus positif Covid-19 di Bali baik yang berasal dari imported case maupun transmisi lokal. Ketua Harian Gugus Tugas Covid19 Bali Dewa Made Indra mengatakan, Pemprov Bali saat sedang bekerja sama dengan RSUP Sanglah Denpasar, RSUD Bali Mandara milik Pemprov Bali dan RS PTN Universitas Udayana Bali. Ketiga rumah sakit tersebut saat ini sedang menambah ruang isolasi untuk mengantisipasi penambahan jumlah kasus positif yang mau tidak mau karena berbagai alasan klinis harus diisolasi di rumah sakit. “Kami melakukan kerjasama dengan beberapa Rumah Sakit untuk melakukan penambahan ruang isolasi. Ini bukan berarti menakut-nakuti masyarakat, apalagi berharap ada penambahan jumlah pasien positif. Justeru malah sebaliknya kita ingin supaya masalah Pandemi Covid19 ini cepat berlalu dengan berbagai langkah antisipasi ini,” ujarnya di Denpasar, Senin (27/4).
Menurut Dewa Indra, hasil koordinasi dengan beberapa rumah sakit selama ini diketahui sudah ada perkembangan signifikan. Saat ini RSUP Sanglah sedang melakukan pekerjaan-pekerjaan fisik untuk menambah ruang isolasi. Demikian juga Rumah Sakit Bali Mandara sedang melakukan kerja fisik untuk menambah ruang isolasi. Bahkan Rumah Sakit Bali Mandara sedang menyiapkan 34 ruangan lagi untuk ruang isolasi. Rumah Sakit Sanglah juga sedang menyiapkan beberapa kamar untuk isolasi. Di RSPTN Unud juga sedang bekerja untuk menambah ruang ruang isolasi. Semuanya akan selesai dengan cepat.
Selain penambahan ruang isolasi, menurut Dewa Indra, Gubernur Bali I Wayan Koster sendiri langsung turun mengecek kondisi lapangan. Selain pengerjaan ruang isolasi, Gubernur Bali mengecek langsung tentang logistik rumah sakit, tentang APD yang tidak boleh kurang. “Bapak Gubernur sudah rapat dengan anggota Gugus Tugas Covid19 Bali selaku Ketua Satgas. Kemudian beliau melakukan cek and ricek secara detail tentang logistik, tentang Rumah Sakit, tentang tempat karantina. Semuanya on proces. Semua bekerja keras melawan Pandemi Covid19 ini,” ujarnya.
Hal yang sama juga tentang tempat karantina. Untuk tempat karantina akan ditambah. Selama ini seluruh fasilitas karantina milik Pemprov Bali dan milik pemerintah pusat sudah digunakan. Yang terbaru adalah tempat karantina milik BPK Bali. Pemprov Bali sudah berkoordinasi dan meminta izin secara resmi kepada BPK Bali untuk menggunakan Gedung Diklat Keuangan yang berlokasi di Jl IB Mantra Bali.
“Penambahan ruang karantina ini sangat diperlukan untuk menampung hasil test tahap kedua yang dilakukan di tempat karantina kabupaten dan kota di Bali. Sebab, bila hasil testnya menunjukkan reaktif positif maka akan diambil-alih oleh provinsi. Bagi yang kondisi fisiknya sehat dan bugar maka mereka tidak perlu dirawat di rumah sakit, cukup dikarantina di tempat yang sudah disiapkan dan akan dirawat hingga sembuh,” ujarnya. Fakta yang terjadi selama beberapa hari ini adalah banyak pekerja migran Indonesia (PMI), yang hasil test di Bandara Ngurah Rai dinyatakan negatif. Setelah ditangani di kabupaten dan kota dan dites kembali selama dua kali hasilnya dinyatakan positif. Dan sesuai prosedur, semua yang positif ditangani Pemprov Bali.(axelle daefb).


















