Penemuan Pulau Baru di Pacitan akan Diberi Nama Pulau Joko Jagat

0
123
PELATIHAN - Intesionala Training on Toponymy di Denpasar. Foto : Arnold

DENPASAR, Fajarbadung.com – Badan Informasi Geospasial (BIG) RI menegaskan jika pulau baru yang ditemukan di Pacitan beberapa bulan lalu sudah disiapkan nama yang final. Hal ini disampaikan Kepala BIG RI Muhammad Aris Marfai saat dikonfirmasi, Jumat (30/6/2023).

Ia mengatakan, setelah berproses selama beberapa bulan ini, dan kemudian dengan mempertimbangkan beberapa usulan yang masuk maka nama yang akan diberikan oleh BIG kepada penemuan pulau tersebut adalah Joko Jagat. Nama ini sudah sangat sesuai dengan konteks sosial budaya dan peradaban yang dihidupi oleh masyarakat Pacitan khususnya dan Indonesia umumnya. Arti dari nama Joko Jagat adalah pelindung bagi semua orang.

“Pemberian nama ini sudah melalui proses yang panjang dan lengkap. Termasuk melibatkan para tokoh dan pimpinan setempat dan arti dari nama Joko Jagat yang artinya pelindung bagi semua,” ujarnya.

Sementara Kepala Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim BIG Ade Komara Mulyana mengatakan, nama pulau baru di Pacitan sudah ada. Namanya Joko Jagat. “Nama ini sudah final dan akan diumumkan pada akhir bulan ini. Nama ini diumumkan melalui SK secara resmi dan akan diumumkan ke seluruh Indonesia dan dunia,” ujarnya. Proses penamaan pulau di Pacitan sudah sesuai syarat yang dikeluarkan BIG.

See also  Pariwasata Alam Dibuka, Kadiv Humas : TNI-Polri Siap Mengawal Protokol kesehatan

Badan Informasi Geospasial (BIG) menemukan keberadaan gunung bawah laut di perairan Pacitan, Jawa Timur. Letak gunung bawah laut itu berada di 200 kilometer barat daya Pacitan.

Berdasarkan data yang diperoleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), tinggi gunung itu mencapai 2.300 meter dari dasar laut dan memiliki diameter sekitar 10 kilometer. Kedalamannya antara antara 3 hingga 4 kilometer dari permukaan air. BIG telah melakukan survei dan pemetaan terhadap gunung bawah laut di Pacitan itu, dan diprediksi proses terbentuknya memakan waktu lama. Menurut BIG, munculnya gunung bawah laut adalah efek tumbukan lempeng Indo-Australia di Samudra Hindia. Gunung bawah laut itu terbentuk karena poses tumbukan dan sepanjang 200 kilometer pantai di Jawa Timur adalah lokasi tumbukan lempeng.

See also  Empat Kementerian/Lembaga Resmikan Sistem Peringatan Dini Tsunami di Pelabuhan Perikanan Eri

Lempeng Indo-Australia di Samudra Hindia menyusup di bawah Eurasia yang terdapat di Pulau Jawa, sehingga ada bagian yang dapat baik lebih cepat dibandingkan yang lain, karena adanya dorongan. Dorongan lempeng tersebut kecepatannya bisa mencapai 6 cm per tahun. Gunung bawah laut baru tersebut terbentuk bukan karena dampak seringnya gempa. Justru karena adanya tumbukan lempeng lah gempa bisa terjadi.

Kendati demikian, perlu penelitian lebih lanjut apakah ada potensi bencana lainnya yang bisa ditimbulkan dari gunung bawah laut tersebut. Tumbukan lempeng tersebut membentang di sepanjang Pulau Jawa sampai Lombok. Lokasi tempat tumbukan lempeng tadi kian dalam di bagian sebelah selatannya. Di sebelah utara tumbukan lempeng itu menimbulkan gundukan atau gunung.

See also  Bertemu Dubes Baru Bahrain, Moeldoko Ajak Bahrain Tanam Investasi di Indonesia

Lewat Google Maps, orang awam dapat melihat dengan jelas adanya tumbukan lempengan yang mencolok di Samudra Hindia. Kalau lihat Google Maps, di bagian selatan itu ada yang warnanya biru gelap, di daerah itu adalah tumbukan yang menjorok ke bawah atau palung.

Editor|Arnold Dhae

(Visited 6 times, 1 visits today)