Putu Parwata Minta Tokoh Agama di Badung Peduli Kasih dengan Warga yang Membutuhkan

0
264
FOTO : Ketua DPRD Badung Putu Parwata hadir dalam acara peduli kasih yang digelar oleh Musyawarah Pelayanan Umat Kristen (MPUK) di halaman Kantor Lurah Kuta, Kabupaten Badung Bali, Rabu (15/12/2021).(tim)

KUTA, Fajarbadung.com – Ketua DPRD Badung Putu Parwata hadir dalam acara peduli kasih yang digelar oleh Musyawarah Pelayanan Umat Kristen (MPUK) di halaman Kantor Lurah Kuta, Kabupaten Badung Bali, Rabu (15/12/2021). Hadi dalam acara tersebut semua pejabat dari tingkat kabupaten, para pemimpin dari 6 agama di Badung yang tergabung dalam Forum Kerukunan Antar-umat Beragama Kabupaten Badung. Dalam sambutannya, Parwata mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi baik atas nama pribadi maupun pemerintahan di Badung atas kepedulian dari MPUK yang telah memberikan peduli kasih kepada masyarakat yang membutuhkan. “Ini suatu hal yang luar biasa. Selama dua periode menjadi Ketua DPRD Badung, belum pernah saya melihat para tokoh agama seaktif seperti ini. Ini sangat luar biasa. Ini sudah menolong Pemerintah Kabupaten Badung untuk solid, seluruh masyarakat kompak, tidak ada rasis, tidak ada radikalisme. Semua satu untuk Badung,” ujarnya.

See also  Masih Banyak Warga Tidak Miliki Jamban Kodim Tabanan Gencarkan Program Jambanisasi

Menurut Parwata, bila tokoh agama sudah berkumpul maka auranya sangat berbeda. Para tokoh agama di Badung harus kompak dan ini menunjukkan kepada dunia bahwa Bali dan Badung tetap kompak. Sehingga pariwisata nanti dipercaya dunia asing. Semua bergandengan tangan untuk Badung. “Pemerintah setiap saat hadir dalam kegiatan keagamaan. Contoh seperti perayaan natal bersama yang dihadiri oleh Mendagri. Sukses. Ini menunjukan kebersamaan semua agama dalam mewujudkan Bali dan Badung yang jagat dita, kompak selalu,” ujarnya. Kekompakan ini harus ditunjukan bahwa Badung aman bagi semua orang, pariwisata maju, dan ekonomi masyarakat tumbuh.

Sementara itu Lurah Kuta I Ketut Suana menjelaskan, pandemi Covid19 menyebabkan banyak masyarakat di Kelurahan Kuta mengalami keterpurukan secara ekonomi. Masyarakat yang bergantung pada pariwisata tidak bisa beraktivitas secara ekonomi. Sebab sudah dua tahun pariwisata Kuta tidak berjalan. “Kami sangat berbangga, berbahagia bahwa hari ini dari MPUK memberikan paket sembako kepada para tokoh masyarakat Kuta. Apa yang dilakukan MPUK sangat berguna bagi masyarakat Kuta, terutama para tokoh masyarakat, tokoh agama dari semua agama di Kuta,” ujarnya. Selama ini memang sudah banyak bantuan dari LPM Kuta, dari pihak kecamatan dan kabupaten. Bantuan diberikan kepada warga yang sangat membutuhkan karena dampak pandemi Covid19.(Arnold Dhae)

(Visited 29 times, 1 visits today)