Raker PENA NTT Periode 2025 – 2028, Bahas Program Digitalisasi dan Bangun Solidaritas Anggota 

0
253
FOTO : Ketua Pena NTT Periode 2025 -2028 Agustinus Apolo Daton.

KLUNGKUNG, Fajarbadung.com – Perhimpunan Jurnalis (PENA) NTT menggelar rapat kerja (raker) periode 2025-2028 di Melangit Bali Adventure, Klungkung selama dua hari, 23-24 Agustus 2025.

Rapat kerja PENA NTT periode 2025-2028 kali ini mengusung tema “Jaga Persaudaraan, Bangun Kebersamaan” serta diikuti oleh 30 anggota.

Ketua PENA NTT Bali Agustinus Apollonaris Klasa Daton menerangkan, tujuan raker ini adalah penyampaian program kerja masing masing divisi untuk tiga tahun ke depan.

“Kepada masing masing divisi menyusun kertas kerja selama tiga tahun ke depan agar menjadi panduan pengurus untuk melangkah,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Pol ini.

Raker diawali dengan masukan dan saran dari anggota penasehat PENA NTT Umar Ibnu Alkhatab dan pembekalan jurnalistik oleh Ketua Penasehat Emanuel Dewata Oja.

See also  Polres Bangli Sambut Kedatangan Tim Wasops Polda Bali
FOTO : Foto Bersama usai Rapat kerja (raker) periode 2025-2028 di Melangit Bali Adventure, Klungkung 23-24 Agustus 2025.

Apollo berharap, kegiatan raker ini bisa menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan.

“Harapan saya, dengan selesainya raker kawan kawan pena semakin kompak sebagai anggota dalam wadah PENA NTT. Dengan menjunjung tinggi kebersamaan dan persaudaraan,” ungkap Pemimpin Redaksi Posbali.net ini.

Dalam raker PENA NTT ini, Apollo menyebut ada beberapa program unggulan di periode kepemimpinannya, yakni untuk anggota sakit dan kedukaan.

Sementara itu, Umar Ibnu Alkhatab menyebut kehadiran PENA NTT berperan dalam membentuk persepsi publik.

“PENA NTT menjadi game changer, atau mampu mengubah suatu permainan, bagaimana kita bisa membantu teman kita dalam situasi sulit dengan kita mengkapitalisasi, kita bisa lakukan apa saja yang positif,” ujar Umar Ibnu Alkhatab.

See also  Operasi Zebra Agung 2019, Satuan Lalulitas Larang Siswa Bawa Sepeda Motor ke Sekolah

Di sisi lain, Emanuel Dewata Oja menyoroti pentingnya pemahaman regulasi terkait kode etik jurnalistik kepada setiap anggota PENA NTT.

“Kita tidak percaya diri dengan karya jurnalistik hasil kita. Kita tidak paham regulasi. Kita tidak tahu cara melawan somasi. Apapun teror somasi, itu merupakan tekanan psikis terhadap wartawan. Banyak jalan untuk menangani somasi, jalur hak jawab,” tandas Emanuel Dewata Oja.***

(Visited 12 times, 1 visits today)