The 6th BBTF 2019 Digelar Targetkan 9 Triliun Lebih

0
449
The 6th BBTF 2019 Digelar Targetkan 9 Triliun Lebih/fajarbadung.com

Nusa Dua, Fajarbadung.com – Untuk  kali keenam evet pariwisata bergengsi Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) kembali digelar. Acara tahunan bertaraf internasional ini berlangsung pada tanggal 25-29 Juni 2019 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali.

Mengangkat tema Journey to Sustainable Tourism atau Perjalanan Menuju Pariwisata Berkelanjutan, BBTF tahun 2019 turut mengambil bagian dalam pertumbuhan pariwisata di Indonesia dan diakui sebagai Pameran Perjalanan Internasional terkemuka di Indonesia

Tahun ini BBTF memiliki 232 seller dan 303 buyer dari 46 negara dengan estimasi transaksi Rp 9,06 Triliun. Tahun lalu Rp 7,71 Triliun. Menurut Ketua Panitia BBTF adaI Ketut Ardana ada peningkatan dari berbagai sisi di Tahun inu.” Tahun ini kita juga lebih selektif dalam memilih buyer dan seller. Bahkan beberapa buyer kita seleksi untuk mendapatkan buyer yang berkualitas,” kata I Ketut Ardana, Ketua BBTF.

Kegiatan yang turut diprakarsai oleh Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali ini turut berkontribusi dalam meningkatkan pariwisata di Bali. BBTF tahun 2019 juga turut menjadi tuan rumah pembicara yang membahas peluang, dan wawasan industri serta sorotan keragaman warisan budaya Indonesia.

See also  Parwata:Peningkatan Pajak dan Penanganan Covid1-9 Jadi Atensi Dewan Badung

I Ketut Ardana, Ketua Pelaksana BBTF 2019, mengatakan, jumlah buyer maupun seller masih naik-turun menjelang hari-H pelaksanaan. Seperti yang terpantau dari web resmi pendaftaran BBTF per 11 Juni 2019, sedikitnya sudah 255 buyer yang resmi terdaftar.

Ardana menambahkan, buyer yang memenuhi syarat tertentu diberikan insentif yang mencakup harga tiket pesawat bersubsidi, akomodasi, perjamuan, dan penawaran harga khusus pada serangkaian perjalanan pre and post fair familiarization di Bali dan tujuh wisata lainnya selain tempat liburan populer di Indonesia.

Tidak hanya jumlah seller dan buyer yang pada tahun ini meningkat, event kali ini juga menerima famtrip yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. “Ada 13 negara yang akan ikut kegiatan famtrip yang di-hosted oleh Kementerian, jadi mereka juga akan hadir di BBTF,” imbuh Ardana.

 

Ardana berharap peningkatan jumlah seller dan buyer ini berdampak terhadap besaran transaksi yang dicatatkan sepanjang Bali and Beyond Travel Fair. ASITA memperkirakan, event BBTF ini mampu menorehkan nilai transaksi sebesar Rp9,23 triliun. Angka itu meningkat dibandingkan tahun 2018 yang hanya Rp7,71 triliun.

See also  Persit Peduli Warga Kurang Mampu Dan Penyandang Disabilitas

 

“Kami yakin transaksi meningkat karena sekarang ini banyak sekali buyer Eropa yang datang. Itu yang membedakan. Jadi, masing-masing negara itu ‘kan length of stay-nya berbeda-beda. Kalau Asia mungkin 3 hari 2 malam, sedangkan kalau Eropa itu minimal 2 minggu, malahan ada yang sampai 1 bulan mereka tinggal di destinasi. Jadi, itu yang menyebabkan kami optimistis nilai transaksi akan meningkat,” ujar Ardana.

 

Pada acara temu media menjelang pelaksanaan BBTF ke-6 yang berlangsung di Kekeb Restaurant milik pengusaha Anika itu juga hadir tokoh pariwisata Bali yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau dikenal dengan panggilan akrab Cok Ace.

 

Dalam kesempatan itu Cok Ace mengapresiasi konsistensi ASITA dalam pelaksanaan BBTF. Ia menyebut Bali and Beyond Travel Fair merupakan travel and tourism trade show terbesar di Indonesia. Predikat itu tentu dibuktikan dari kontribusi kunjungan wisatawan ke Tanah Air, termasuk Bali, yang berhasil digaet dari gelaran BBTF.

 

“Karena nanti bicara juga tidak saja membicarakan masalah industri, hotel-hotel tidak hanya membicarakan masalah produk-produknya saja, tentu akan banyak juga membicarakan atau mengeksplor masalah destinasi, baik destinasi di Bali secara garis besar, ataupun lebih detail lagi masing-masing kabupaten,” ujar Cok Ace.

See also  KSP Siap Jembatani Penguatan Kerjasama Indonesia - Iran

Oleh sebab itu, lanjut Cok Ace, pihaknya sangat mendukung pelaksanaan BBTF dari tahun ke tahun. “Selain pemerintah provinsi, tentu kabupaten-kabupaten yang ada di Bali, 8 kabupaten termasuk 1 kota kami harapkan ikut mendukung, gunakan BBTF ini sebaik-baiknya, karena ini luar biasa. Daripada kita ke mana-mana, ini sudah ada event yang orang datang ke sini,” tutur Cok Ace.

 

BBTF yang digelar oleh ASITA Bali dengan dukungan berbagai stakeholder ini adalah ajang B2B dalam industri pariwisata nasional dan internasional yang menjadi detak jantung destinasi wisata, terutama Bali dan Indonesia secara keseluruhan. Pada tahun ini panitia mengambil tema “Journey to Sustainable Tourism” sebagai respons atas kepedulian pada lingkungan dan arahan pemerintah daerah. Tema ini mencerminkan keterlibatan industri pariwisata Indonesia untuk melestarikan dan melindungi budaya berciri khas dan lingkungan alamnya sebagai tanggung jawab bersama.(Anya/FB)

(Visited 12 times, 1 visits today)