
GIANYAR, Fajarbadung.com – Di tengah terjangan pandemi Covid-19, Cashmere Group Hotel memiliki keyakinan melestarikan kearifan lokal Bali. Unit bisnis asal California ini memiliki keyakinan untuk membangun Bali dari akar budayanya dan bukan hanya membangun di Bali. Untuk itu, pihaknya langsung menggandeng Puri Ageng Blahbatuh Gianyar untuk meletakan dasar yang kuat dalam upaya membangun Bali dengan segala budaya dan kearifan lokalnya.
Menurut Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh Gianyar Anak Agung Alit Kakarsana, pilihan Cashmere Hotel Group sudah sangat tepat dengan menggandeng Puri dalam membuka atau soft launching Cashmere Hotel Group di Bali. Sebab, di Bali itu, Puri adalah pusat kebudayaan atau pelestari dan pengajeg. Puri memiliki tanggungjawab dalam melestarikan tradisi. Cashmere Hotel Group mendukung sepenuhnya peran Puri sebagai pusat kebudayaan.
“Saya sebagai wakil dari Puri Ageng Blahbatuh Gianyar memberikan apresiasi yang tinggi kepada Cashmere Hotel Group (CHG) California, Amerika Serikat yang dengan yakin datang ke Bali dengan segala syarat perjalanan di tengah pandemi Covid19. Mereka harus menjalani pemeriksaan swab, harus karantina, demi cintanya kepada Bali, dan budayanya yang unik,” ujarnya, Sabtu (24/7/2021).
Kakarsana menjelaskan, pihaknya menjalin kerjasama dengan CHG untuk membangkitkan pariwisata Bali di tengah keterpurukan akibat pandemi global covid-19. “Kapan pun border Bali dibuka Cashmere sudah siap mendatangkan wisatawan dari Amerika ke Bali. Ini yang kita harapkan bahwa Puri memiliki peran membangun kembali pariwisata berbasis budaya dan tradisi,” jelasnya.
Program kerjasama antara Puri Ageng Blahbatuh dan Cashmere Hotel Group secara resmi diluncurkan untuk mengawali sejumlah proyek yang akan berlangsung di masa mendatang.
A.A. Kakarsana mengatakan, program yang sudah berjalan diantaranya pengelolaan sampah berbasis aplikasi yang disebut ‘Mulung Parahita’. “Ini soft launching, yang nantinya akan kita teruskan dalam program berkelanjutan, tidak sampai disini saja, kami juga berharap dukungan dari para insan media,” ujarnya.
Sementara, CEO Cashmere Hotel Group Lesley Carey mengatakan, pihaknya memiliki tekad untuk memulai menghidupkan pariwisata Bali pasca pandemi. Melalui jaringan Cashmere Hotel Group, ia menyebarkan kuisioner dan mendapatkan hasil polling bahwa 70 persen jaringan bisnisnya memilih Bali untuk berlibur pasca pandemi.
Lesley melihat Bali masih memiliki daya tarik besar untuk wisatawan global. Ia juga berjanji akan memberikan wisatawan berkualitas yang akan datang ke Bali. “Bagi saya, Bali menjadi rumah kedua. Sehingga, kami perlu memberikan yang terbaik untuk Bali, terutama quality tourists yang akan kamu rujuk datang ke pulau ini,” kata Lesley.(cv/tim)

















